Rifan Financindo ~ Saham Cina Lanjutkan Penurunan

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Saham China menuju penurunan dua hari terbesar dalam lebih dari sebulan di tengah kekhawatiran tentang regulator yang berencana untuk membatasi penggunaan dana produk wealth-management dalam investasi saham.

Shanghai Composite Index turun 0,4 persen setelah jatuh 1,9 persen pada hari Rabu, yang merupakan penurunan terbesar dalam enam minggu, sedangkan Indeks perusahaan kecil ChiNex memperpanjang penurunan 5,5 persen mereka kemarin.

Shanghai Composite diperdagangkan di level 2,979.71 pada pukul 09:35 pagi waktu Shanghai. Indeks ChiNext turun 0,2 persen, sedangkan Hang Seng China Enterprise Index untuk perusahaan daratan di Hong Kong turun 0,8 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,6 persen. ( Bloomberg )

Indeks Nikkei 28 Juli Dibuka Lemah Tergerus Penguatan Yen

 

Indeks Nikkei di Bursa Jepang pada awal perdagangan Kamis (28/07) dibuka lemah, saat ini terpantau turun ?166,06 poin atau -1,00% persen di 16.498,76. Pelemahan indeks Nikkei terpicu penguatan Yen.

Di pasar mata uang, yen Jepang menguat ke 104 pegangan terhadap dolar AS, dengan perdagangan pair di 104,84, dibandingkan dengan tingkat dekat 107 pada minggu sebelumnya, karena para pedagang menunggu keputusan BOJ pada hari Jumat, dan melemahnya dollar AS setelah The Fed AS mempertahankan suku bunga tidak berubah.

Penguatan Yen biasanya menekan kenaikan saham-saham eksportir, karena menurunkan pendapatan saat dikonversi dalam mata uang lokal.

Saham eksportir Jepang melemah, dengan saham Toyota turun -0,22 persen, saham Honda turun -0,84 persen, saham Nissan turun -1,19 persen persen, saham Sony turun -1,27 persen dan saham Canon turun -1,45 persen.

Sedangkan untuk indeks Nikkei berjangka terpantau turun -220,00 poin atau -1,32% pada 16,490, turun dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya pada 16,710.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya indeks Nikkei berpotensi turun dengan penguatan Yen menjelang keputusan BOJ. Secara teknikal Indeks Nikkei akan bergerak dalam kisaran Support 15,995-15,462, dan kisaran Resistance 16,979-17,430. ( http://vibiznews.com )

IHSG Diprediksi Masih Tancap Gas

 

Perombakan kabinet menteri jilid II pemerintahan Presiden Joko Widodo memberikan angin segar bagi bursa saham tanah air. Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya lantaran euforia penempatan kabinet sesuai dengan ekspektasi pasar.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya, mengatakan, setelah IHSG sempat tembus ke level 5.300 dan berakhir ke posisi 5.274, penguatan selanjutnya diharapkan dapat tembus ke level 5.359 dengan target batas bawah yang terlihat cukup kuat di posisi 5.224.
“Langkah pemerintah dalam melakukan perombakan kabinet dimana harapan untuk menuju Indonesia lebih baik menjadi smakin terbuka, hari ini IHSG berpotensi menguat,” kata dia di Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016.
Menurutnya, IHSG masih terus merangkak naik dan melanjutkan pola tren naik. Sebab, selain dari arus modal masuk yang masih terus berlangsung, rilis data kinerja emiten juga turut menunjang pola kenaikan.
Penguatan lanjutan IHSG, kata William, sebaiknya disambut pasar dengan mengakumulasi saham-saham diantaranya, PT Wika Beton Tbk (WTON), PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG), PT Gas Negara Tbk (PGAS), PT PP London Sumatera Tbk (LSIP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBE), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).
( http://bisnis.news.viva.co.id )

RIFAN FINANCINDO