Saham China Turun tajam Dalam 3 Pekan

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Saham China ditutup melemah pada Senin ini dikarenakan beberapa investor mengambil keuntungan pada saham infrastruktur dan transportasi, sehingga meninggalkan indeks blue-chip CSI 300 dengan penurunan terburuk dalam tiga pekan terakhir.

Indeks CSI300, yang merupakan perusahaan yang terdaftar terbesar di perdagangan Shanghai dan Shenzhen, turun 0,8% menjadi 3,336.79 poin, yang menurpakan persentase penurunan terbesar sejak 1 Agustus.

Indeks Shanghai Composite ditutup turun 0,7% persen pada 3,084.81.

Analis memperkirakan aliran modal lebih lanjut untuk meningkatkan sentimen dalam jangka panjang.

Sektor infrastruktur dan transportasi memimpin penurunan teratas, pada Senin, dengan sub-indeks, jatuh sebanyak 1,32% dan 0,87%, masing-masing.(reuters)

Saham Eropa Sedikit Berubah; Sektor Pertambangan Menurun

 

Ekuitas Eropa sedikit berubah di tengah spekulasi atas kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya setelah komentar dari seorang pejabat yang mengisyaratkan kenaikan gaji masih mungkin terjadi di tahun ini.

Indeks Stoxx 600 Eropa naik 0,2% pada 08:21 pagi di London, setelah membukukan penurunan mingguan terbesarnya dalam dua bulan. Wakil Ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan dalam pidatonya hari Minggu bahwa ekonomi AS mendekati tujuan bank sentral dan kenaikan suku bunga pada tahun 2016 masih dalam kajian. Yang mendorong dolar lebih tinggi serta sektor komoditas yang lebih rendah, mengirim saham pertambangan Eropa menuju penurunan terbesar di antara kelompok industri. Syngenta AG melonjak 12% sebagai China National Chemical Corp setelah menerima persetujuan dari pejabat keamanan nasional AS untuk perusahaan pengambilalihan perusahaan kimia Swiss tersebut sebesar $ 43 miliar.(Bloomberg)

IHSG Sesi I Ditutup Menguat Tipis

 

Pada akhir perdagangan sesi I siang ini, Senin 22 Agustus 2016, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik tipis 0,05 persen atau 2,49 poin ke level 5.418,53, setelah berfluktuasi sejak awal pembukaan bursa di posisi 5.425,90.

Menurut Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, IHSG masih akan melanjutkan pola tren menguat jangka pendek, seiring dengan berlanjutnya aliran modal masuk ke bursa saham dalam negeri.

“Pola pergerakan IHSG masih terlihat uptrend dalam jangka pendek dan berpotensi menembus resistance (target batas atas) level tertinggi tahun ini yang pernah dicapai,” ujar William di Jakarta, Senin, 22 Agustus 2016.

William menyampaikan, kemarin IHSG bergerak dalam rentang konsolidasi wajar, namun arus modal masuk yang terhimpun selama sepekan mencapai Rp1,8 triliun.

“Saat ini support (target batas bawah) terjaga pada level 5.386 dengan target resistance terdekat di level 5.489. Hari ini IHSG berpotensi menguat,” tuturnya. ( http://bisnis.news.viva.co.id )

RIFAN FINANCINDO