Saham China Naik Ke Tiga Bulan Tertinggi

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Saham China di Hong Kong naik ke level tiga bulan paling tinggi, dipimpin oleh saham pengembang dan asuransi, sebelum rilis data perdagangan.

Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 1,1 % pada pukul 10:06 pagi waktu setempat. Saham China Vanke Ltd dan China Life Insurance Co naik lebih dari 1,9 %. Indeks Shanghai Composite sedikit berubah, karena indeks yang mencari saham China daratan selama saham-saham di Hong Kong jatuh ke level terendah sejak Oktober.

Ekspor China kemungkinan menurun 3,5 % pada Juli dari tahun sebelumnya, menurut analis yang disurvei oleh Bloomberg. Data resmi pada inflasi akan dikeluarkan pada hari Selasa. Penguatan oleh ekuitas Hong Kong yang dilacak mengalami rally di saham Asia setelah tumbuhnya data pekerjaan AS pada Jumat lalu membantu mendorong Indeks S & P 500 menuju rekor tertinggi. Indeks H saham yang disebut sekarang telah terkoreksi kurang dari 5 % selama tahun ini, sedangkan Indeks Shanghai Composite masih turun 16 %. (Bloomberg)

Cadangan Devisa Turun, Emas China Naik USD1,46 Miliar

Bank Sentral China, People Bank of China (PBOC) mencatat terjadi penurunan cadangan devisa yang digunakan untuk stabilitas nilai tukar yuan. Meski begitu, China mencatatkan kenaikan cadangan emas.

Melansir Reuters, Senin (8/8/2016), cadangan emas China naik ke USD78,89 miliar pada akhir Juli, naik dari USD77,43 miliar pada akhir Juni.

Saat ini, cadangan emas China mencapai 58,79 juta troy ons pada akhir Juli, dari sebelumnya 58,62 juta troy ons pada akhir Juni.

China mulai memperbarui angka cadangan emasnya secara mulai Juni 2015. Sebelum itu, angka cadangan emas China tidak diperbarui secara berkala.

Sekadar informasi, cadangan devisa China telah turun USD513 miliar dari posisi tahun lalu, setelah China melakukan devaluasi mata uang yuan pada Agustus, memicu banjir arus modal keluar karena kekhawatiran pasar global.

Saat ini, nilai tukar yuan telah stabil dan berada di dekat posisi terendah enam tahun. Namun, data resmi menunjukkan pelarian modal spekulatif, relatif terkendali untuk saat ini, berkat kontrol modal ketat dan peraturan perdagangan mata uang. ( http://economy.okezone.com/ )

RIFANFINANCINDO