Saham China Ditutup Turun Ke Dua Pekan Terendah

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Saham China berakhir pada level terendah dalam hampir dua pekan terakhir pada hari Kamis, bank dan perusahaan properti tertekan setelah pemerintah memberlakukan aturan ketat pada pinjaman untuk mencegah tumbuhnya risiko dalam sistem keuangan.

Indeks CSI300, yang merupakan perusahaan yang terdaftar di perdagangan terbesar Shanghai dan Shenzhen, turun 0,6% menjadi 3,308.97 poin, sedangkan indeks Composite Shanghai turun 0,6% menjadi 3,068.33. Kedua indeks tersebut menyentuh level terendah sejak 12 Agustus.

Sektor properti merupakan salah yang memimpin penurunan, merosot 3%. subindex yang berakhir turun 2,1%, menandai penurunan hari kelima secara beruntun.

Sementara spekulasi pasar bahwa pemerintah China dapat menerapkan tindakan untuk menahan kenaikan harga rumah juga membebani saham properti.(Reuters)

Saham Eropa Hentikan Penguatan Tiga Harinya Jelang Pidato Yellen

Saham Eropa jatuh untuk pertama kalinya dalam empat hari karena investor mengkaji kenaikan terbaru jelang pidato Ketua The Fed Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming.

Indeks Stoxx Europe 600 tergelincir 0,8% menjadi 342,3 pada 8:18 pagi di London, dengan semua kelompok industri menurun. Bank memimpin saham lebih tinggi kemarin, mencatat kenikan tiga hari Indeks ekuitas yang tertajam dalam dua pekan terakhir. Indeks volatilitas ekuitas Eropa sudah mendekati level terendah untuk tahun ini.

Glencore Plc dan Anglo American Plc memimpin Indeks pertambangan menjadi sektor dengan kinerja terburuk dari 19 kelompok industri pada Stoxx 600 hari ini. Total SA menyeret produsen energi lebih rendah karena minyak menedekati penutupan terendah dalam sepekan terakhir.

Playtech Plc naik 3,6% setelah penyedia judi-software tersebut melaporkan peningkatan laba sesi pertama dan mengumumkan dividen khusus.

Jimmy Choo Plc melonjak 6,2% setelah produsen sepatu mewah tersebut membukukan pendapatan sesi pertama dan laba yang lebih tinggi serta pihaknya mengatakan tetap optimis pada prospek di tahun ini.

Seadrill Ltd naik 2% setelah perusahaan pengeboran lepas pantai itu melaporkan laba kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan karena pemangksan biaya.

CRH Plc naik 3,7% setelah membukukan penjualan dan laba pada semester pertama yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.(Bloomberg)

Bursa Asia ke Zona Merah Menyusul Bursa Global

 

Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.09 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% menjadi 138,72.

Sementara, mengutip CNBC, indeks ASX 200 Australia turun 0,25%. Sektor energi, material, dan finansial mencatatkan penurunan terbesar. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,45% dan indeks Kospi turun 0,28%.

Sekadar informasi, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) anjlok 2,8% pada transaksi Rabu kemarin. Kondisi ini terjadi setelah laporan pemerintah menunjukkan bahwa cadangan minyak AS secara tidak terduga mengalami kenaikan pada pekan lalu.

Sementara itu, investor juga menanti pidato Pimpinan The Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat (26/8) mendatang di Jackson Hole. Sejumlah analis menilai, melalui pidato tersebut, pelaku pasar mencari petunjuk mengenai langkah bank sentral selanjutnya.

“Jika ada kejutan dari Yellen, maka dia akan memainkan risiko dengan mengerek suku bunga acuan pada pertemuan 20/21 September mendatang,” jelas Ray Attrill, global co-head of foreign exchange strategy National Australia Bank.

Meski demikian, tambah Attrill, poin terpenting dalam pertemuan Jackson Hole adalah mengenai keefektifan kebijakan The Fed dalam menangani perlambatan ekonomi.

Langkah bursa Asia pagi ini mengekor Wall Street yang ditutup negatif semalam. Indeks S&P 500 turun 0,52% menjadi 2.175,44 dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,35% menjadi 18.841,48. ( http://investasi.kontan.co.id )

RIFANFINANCINDO