Saham Asia Turun dari Satu Tahun Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia melemah dari hampir satu tahun terakhir mengikuti pelemahan ekuitas Jepang setelah yen rebound dan perusahaan komoditas paling banyak mengalami koreksi di seluruh wilayah.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 138,35 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo setelah akhir sesi perdagangan hari Selasa berada di level tertinggi sejak 11 Agustus. Saham material dan perawatan kesehatan mengalami penurunan paling besar di Indeks acuan regional. Indeks Topix Jepang melemah 0,5 %, dengan sektor eksportir mendukung mengirimkan indeks acuan yang lebih rendah karena yen raih gain sebesar 0,6 % terhadap dolar.

Penurunan hari Rabu di saham Asia terjadi setelah ekuitas Asia melesat sekitar 23 % dari level terendahnya pada bulan Februari, mengabaikan efek pemilihan suara di Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa seiring bank sentral melepaskan pelonggaran moneter lebih lanjut sedangkan data ekonomi mendorong kepercayaan di ekonomi terbesar dunia. Namun, penurunan pada minyak berlanjut dapat membebani harapan investor, dan kedua saham China dan Jepang telah merosot pada tahun ini bahkan indeks acuan regional pulih.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2 % pada hari Rabu. Indeks S & P / ASX 200 Australia melemah 0,1 %, seperti halnya Indeks S & P / NZX 50 New Zealand. Sementara pasar financial di China dan Hong Kong belum memulai trading.

Saham Jepang Dibuka Melemah Pertama Kalinya dalam Tiga Hari Terakhir

Saham Jepang menurun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir, dengan penurunan tiremakers dan asuransi terkemuka, setelah yen naik karena minat terhadap aset berisiko menurun menjelang liburan nasional.

Indeks Topix turun 0,4 % ke level 1,312.60 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo. Pelemahan ini mengikuti kenaikan 2,9 % dalam dua sesi terakhir, keuntungan tersebut yang paling besar dalam sekitar satu bulan. Indeks Nikkei 225 Stock Average melemah 0,5 %. Yen diperdagangkan pada level 101,88 per dolar setelah menguat 0,6 % pada hari Selasa. Pasar financial Jepang ditutup pada hari Kamis untuk liburan Mountain Day.

Di AS, data terbaru membuktikan produktivitas pekerja Amerika secara tiba-tiba menurun untuk kuartal ketiga berturut-turut, dengan ukuran output pekerja per jam lebih rendah pada tingkat tahunan 0,5 % untuk periode April hingga Juni. Ini dapat menurunkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga di AS, yang akan menambah tekanan pada yen terhadap dolar, kata Ohta.

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,1 % setelah ukuran yang mendasari ditutup sedikit berubah pada hari Selasa. (knc)

Sumber : Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO