Saham Asia Naik seiring Reli Topix Jepang

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa Jepang menghijau, dengan indeks saham acuan bersiap untuk menghapus penurunan pada bulan tersebut, setelah yen melemah untuk hari kelima pada taruhan Federal Reserve akan bergerak untuk menaikkan suku bunga tahun ini.

Saham bank dan pembuat mobil memimpin kenaikan di indeks Topix pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo sehingga menempatkan indeks pada jalur untuk kenaikan 0,1 persen pada bulan Agustus, sementara yen turun 0,8 persen terhadap dolar bulan ini. Topix naik 0,9% ke level 1,324.59 sedangkan Nikkei 225 bertambah 0,8% ke level 16,863.88. Untuk mata uang, Yen-Dollar sedikit berubah di posisi 102,93.

Wakil Ketua Fed Stanley Fischer hari Selasa mengatakan bahwa setiap kenaikan suku bunga akan tergantung data, menyusul pernyataan pekan lalu dari Ketua Fed Janet Yellen bahwa kasus untuk pengetatan kebijakan moneter telah menguat. Pedagang melihat di kemungkinan 59 persen untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember di pasar berjangka, naik dari 36 persen pada awal bulan.

Kontrak pada Indeks S & P 500 sedikit berubah. Indeks dasar ini tergelincir 0,2 persen pada hari Selasa menjelang rilis data ekonomi pekan ini termasuk data manufaktur pada hari Kamis dan laporan payrolls pada hari Jumat.

Sumber : Bloomberg

IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, Simak 8 Saham Pilihan Ini

 

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah tapi terbatas pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu lantaran sepi sentimen baik internal dan global.

Kepala Riset PT NH Korindo Securities Reza Priyambada menuturkan rencana bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga telah mempengaruhi laju IHSG sejak awal pekan hingga menekan IHSG.

Namun Reza menilai sentimen the Fed mulai berkurang pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Selain itu, Reza menilai dari internal sepi sentimen. Pelaku pasar menanti rilis data makro ekonomi pada awal bulan. Dengan melihat kondisi itu, Reza memperkirakan laju IHSG melemah terbatas.

“IHSG akan bergerak di kisaran support 5.312-5.399 dan resistance 5.391-5.416,” ujar Reza saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (31/8/2016).

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan IHSG sedang bergerak dalam fase konsolidasi. Ia menilai, pola pergerakan masih terlihat cukup kuat untuk mempertahankan level support.

“Level support 5.340 sedang diuji kekuatannya di tengah masa jelang pergantian bulan. Pola pergerakan masih terlihat cukup kuat dapat mempertahankan level support dengan potensi menggapai resistance 5.477,” jelas dia.

Untuk rekomendasi saham, Reza memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). “Trading buy untuk saham-saham tersebut,” ujar Reza.

Sedangkan William memilih saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Sumber : http://bisnis.liputan6.com

PT RIFAN FINANCINDO