Saham Asia Naik Jelang Data Perdagangan China Ditengah Penguatan Ekuitas Jepang

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Asia menguat, dengan indeks acuan di wilayah tersebut meningkat dari penutupan level terendahnya sejak 2012, karena saham Jepang menguat dan investor menunggu rilis data perdagangan dari China.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% menjadi 124,25 pada 09:07 pagi di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,3% setelah sebuah laporan yang direrevisi menunjukkan GDP menyusut kurang dari yang dilaporkan sebelumnya. Sementara indeks shanghai composite turun 2,5% pada hari Senin. Data Selasa diharapkan menunjukkan penurunan lebih lanjut dalam ekspor dan impor China, yang berpotensi memperkuat kekhawatiran perlambatan pertumbuhan di sana dan dampaknya pada ekonomi global.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,3%, seperti yang dilakukan Indeks NZX 50 Selandia Baru. Sementara pasar saham di China dan Hong Kong belum memulai trading.

Ketidakpastian atas prospek China telah memicu volatilitas pasar bulan lalu, dengan kejutan devaluasi yuan China pada 11 Agustus sehingga memicu aksi jual pada investasi berisiko. Cadangan devisa China turun ke rekor bulan lalu seiring bank sentral menjual dolar guna mendukung yuan setelah devaluasi terbesar dalam dua dekade terakhir yang memacu spekulasi pelemahan yang terus berkelanjutan.

Indeks berjangka pada Indeks Standard & Poor 500 naik 0,9% dari penutupan Jumat. Pasar AS dibuka kembali Selasa setelah istirahat Hari Buruh.

Harga perdagangan berjangka sekitar 30% kenaikan suku bunga AS bulan ini, diikuti The Fed yang akan mengumumkan keputusan kebijakan berikutnya pada 17 September mendatang.(yds)

Sumber: Bloomberg