Saham Asia Memperpanjang Kenaikan Diiringi Penguatan Dolar

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Asia menguat untuk hari keempat di tengah kesepakatan bantuan utang Yunani, diiringi mata uang dolar yang memperpanjang kenaikan karena perhatian dialihkan kembali ke penentuan waktu kenaikan suku bunga AS. Sementara itu, Minyak mentah merosot di tengah kekhawatiran atas melimpahnya pasokan minyak.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8 % pada pukul 09:22 pagi waktu Tokyo, dengan Indeks Topix Jepang menguat 1,7 % seiring pelemahan mata uang yen dekati level terendahnya dalam hampir dua pekan terakhir. Indeks Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah setelah saham-saham yang mendasari reli dalam 3 hari terakhir pada tahun 2015. Indeks Spot Dollar Bloomberg naik untuk hari kedua, dengan mata uang won Korea dan mata uang Selandia Baru turun 0,2 %. Obligasi Australia jatuh sedangkan minyak merosot 0,9 % di tengah prospek kesepakatan nuklir Iran.

Yunani menyetujui kesepakatan tuntutan kreditur untuk tetap berada di zona euro, kekhawatiran atas krisis utang Yunani mereda dan kenaikan suku bunga AS, mendorong fokus rilis data penjualan ritel Amerika pada hari Selasa dan laba perusahaan musiman. Indeks China Berjangka dalam perdagangan terakhir, di tengah tanda-tanda kehilangan nilai ekuitas hampir $ 4 triliun.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen bersaksi sebelum Kongres AS pada hari Rabu dan Kamis. Pekan lalu ia mengatakan bahwa, dia masih mengharapkan untuk program pengetatan kebijakan pada tahun ini, laju berikutnya kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap. Serta penjualan ritel, investor AS akan mengkaji data output industri, perumahan, inflasi dan sentimen konsumen pada pekan ini sebagai petunjuk untuk menetukkan kenaikan suku bunga The Fed. (knc)

Sumber : Bloomberg