Saham Asia Jatuh Sementara Yen Dekati Empat Pekan Tertinggi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Asia jatuh, memangkas kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut, karena penguatan yen di tengah percapatan inflasi Jepang dan kekhawatiran atas prospek tingkat suku bunga AS. Minyak mentah dan tembaga catat pelemahan.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% pada 09:16 pagi di Tokyo, memangkas kenaikan hari kelimanya sebesar 0,4%. Topix indeks Jepang turun 0,2% dan indeks Kospi di Seoul turun 0,5%. Standard & Poor 500 stagnan setelah Indeks saham ditutup turun 0,1%. Mata uang yen naik 0,1% setelah mencapai level tertinggi empat minggu terhadap dolar. Minyak di New York turun untuk hari kedua, sementara tembaga turun 0,2%, penurunan hari pertama sejak 12 Juni lalu.

Inflasi utama di Jepang naik 3,4% bulan lalu, terbesar sejak 1982 silamm dan sesuai dengan perkiraan rata-rata ekonom di tengah kenaikan pajak penjualan dan biaya utilitas yang lebih tinggi. Sementara di Amerika, investor mempertimbangkan kenaikan yang lebih kecil dari yang diperkirakan dalam belanja konsumen dengan komentar dari Fed Bank of St Louis James Bullard, yang mengatakan harga acuan dapat ditingkatkan pada kuartal pertama di 2015 dengan pertumbuhan percepatan harga dan memperbaiki pasar kerja. Gencatan senjata di Ukraina berangsur berakhir hari ini.

Indesk Nikkei 225 Stock Average turun 0,3%, memperpanjang penurunan mingguan pertama dalam enam pekan terakhir menjadi 0,6%. Yen naik 0,5% pekan ini, setelah diperdagangkan stagnan dalam lima hari pada 20 Juni. Pasar Selandia Baru dihentikan karena masalah teknis.?(yds)

 

Sumber: Bloomberg