Saham Asia Ikuti Pelemahan AS Terkait Data Laporan Tenaga Kerja

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Saham Asia melemah, pasca melonjaknya indeks acuan regional ke level tertingginya dalam enam tahun pada Rabu kemarin, karena data lowongan kerja Amerika mendukung kasus kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,2 persen menjadi 127,87 pada 09:05 pagi di Tokyo setelah menguat sebesar 4,2 persen sehari sebelumya. Indeks Topix Jepang turun 2,7 persen terkait yen yang menghentikan tiga hari penurunannya. Indeks Standard & Poor 500 turun 1,4 persen pada Rabu kemarin, karena investor menimbang implikasi dari data ketenagakerjaan untuk pertemuan The Fed minggu depan dan saham Apple Inc melemah setelah meresmikan produk barunya.

Lowongan pekerjaan di AS melonjak ke level tertingginya pada bulan Juli lalu, menurut data yang dirilis ?pada Rabu. Para pejabat The Fed harus mempertimbangkan apakah gejolak pasar yang dimulai bulan lalu akan dapat mengimbangi peningkatan pasar tenaga kerja dan mengganggu rencana untuk menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2006. pedagang indeks saham berjangka melihat kesempatan sebesar 28 persen bahwa The Fed akan meningkatkan tingkat suku bunganya pada September ini, atau turun dari 32 persen pada minggu sebelumnya, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 3,1 persen setelah sebelumnya naik ke level tertingginya sejak Oktober 2008 pada hari Rabu kemarin. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7 persen. Indeks Australia S & P / ASX 200 turun 1 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2 persen setelah bank sentral memangkas suku bunganya dan mengatakan bahwa mata uang harus diturunkan lebih jauh. Pasar di Cina dan Hong Kong belum memulai perdagangan.

Indeks Shanghai Composite China naik 2,3 persen pada hari Rabu di tengah spekulasi pemerintah akan meningkatkan stimulus untuk menghidupkan kembali ekonominya yang lesu. Indeks saham China daratan Hang Seng Enterprises yang diperdagangkan di Hong Kong melonjak 5,2 persen, sedangkan indeks acuan kota Hang Seng naik sebesar 4,1 persen.

Indeks berjangka S & P 500 turun 0,3 persen setelah indeks ekuitas yang digaris bawahi gagal menambah peningkatan pada lonjakan terbesar keduanya di tahun 2015. Sementara Apple, yang merupakan saham dengan bobot terbesar dalam S & P 500, turun sebesar 1,9 persen.(mrv)

Sumber: Bloomberg