Rupiah Warnai Gerak IHSG di Awal Pekan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Sentimen nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan pergerakan bursa saham regional akan mewarnai laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan IHSG bergerak konsolidasi setelah menguji level support 4.350. IHSG berpotensi bergerak naik menuju level resistance 4.510, dan level itu perlu ditembus untuk dapat memperkuat pola kenaikan IHSG.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan dipengaruhi sentimen nilai tukar rupiah dan bursa saham regional di awal pekan ini.

Sementara itu, Analis PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan memprediksi IHSG kemungkinan alami koreksi. Saat ini masih minim sentimen positif di bursa saham. Apa lagi bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada akhir pekan lalu, yang dikhawatirkan dapat menyeret bursa saham regional ke zona merah.

“IHSG kemungkinan melemah tapi lebih kepada bursa saham regional. Selain itu ditambah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Alfres saat dihubungi Liputan6.com, Senin (7/9/2015).

Alfred menuturkan, bila rupiah kuat bertahan di level 14.200 terhadap dolar Amerika Serikat maka IHSG tertekan di awal pekan ini. ” “IHSG akan bergerak di level support 4.365 dan resistance 4.454,” ujar Alfred.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak variasi di kisaran 4.237-4.480 pada Senin pekan ini.

Rekomendasi Saham

Alfred mengatakan saat kondisi bursa saham masih tertekan, saham-saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat menjadi pilihan. Hal itu didukung dari aksi pembelian kembali saham atau buyback saham dan fundamental kinerja relatif baik.

“Saham-saham pilihannya antara lain BTN, BNI, dan PT Semen Indonesia Tbk dalam satu bulan ini,” ujar Alfred.

Sedangkan William memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) untuk dicermati pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat 4 September 2015, IHSG melemah 17,76 poin (0,40 persen) ke level 4.415,34. Indeks saham LQ45 melemah 0,44 persen ke level 749,84. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI) berada di kisaran Rp 14.178 per dolar Amerika Serikat. (Ahm/Igw)

Sumber : http://bisnis.liputan6.com