Rupiah Siap Berjaya Pekan Ini

9cc5bbb9-9030-47e1-9a96-e376a6118da2_169RIFAN FINANCINDO – Nilai tukar rupiah melemah 0,78% melawan dolar AS ke Rp 14.845/US$ sepanjang pekan lalu. Tekanan bagi rupiah datang dari dalam dan luar negeri.

Dari dalam negeri, tekanan datang dari datang dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memberikan proyeksi terbaru pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020. Tetapi proyeksi tersebut lebih buruk dari sebelumnya.

“Kemenkeu yang tadinya melihat ekonomi kuartal III minus 1,1% hingga positif 0,2%, dan yang terbaru per September 2020 ini minus 2,9% sampai minus 1,0%. Negatif teritori pada kuartal III ini akan berlangsung di kuartal IV. Namun kita usahakan dekati nol,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita September, Selasa (22/9/2020).

Sri Mulyani mengatakan Kemenkeu memprediksi perekonomian di kuartal III-2020 minus 2,9% sampai minus 1,0%. Melihat prediksi tersebut, resesi pasti terjadi di Indonesia, dan menjadi yang pertama sejak tahun 1999.

Sementara dari luar negeri, dolar AS kembali perkasa akibat adanya potensi suku bunga akan dinaikkan sebelum tahun 2023. Selain itu, aksi jual yang melanda bursa saham AS hingga emas membuat dolar AS menjadi sasaran investasi.

Namun, pada perdagangan Jumat lalu, bursa saham AS mampu menguat tajam, dan bursa saham Asia pagi ini, artinya sentimen pelaku pasar mulai membaik. Saat sentimen membaik, maka rupiah punya peluang menguat di awal pekan ini, Senin (28/9/2020).

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR kembali ke atas US$ 14.730/US$, yang menjadi kunci pergerakan.

Level US$ 14.730/US$ merupakan Fibonnaci Retracement 61,8%. Fibonnaci Retracement tersebut ditarik dari level bawah 24 Januari (Rp 13.565/US$) lalu, hingga ke posisi tertinggi intraday 23 Maret (Rp 16.620/US$).

Selama tertahan di atasnya, rupiah cenderung akan melemah untuk jangka panjang. Tetapi kabar baiknya, pergerakan rupiah sepanjang pekan lalu membentuk pola Double Top. Pola ini menjadi sinyal pembalikan arah, artinya rupiah memiliki peluang menguat.

Support terdekat berada di kisaran Rp 14.820/US$, penembusan di bawah level tersebut akan membawa rupiah menguat ke Rp 14.780/US$, sebelum menuju Rp 14.730/US$ yang menjadi support kuat untuk minggu ini.

Kemampuan menembus support tersebut akan membawa rupiah menguat lebih jauh pekan Rp 14.590/US$.

Sementara resisten berada di level 14.870/US$, jika ditembus rupiah berisiko melemah ke Rp 14.930/US$ hingga Rp 14.950/US$.
Rupiah berisiko melemah ke Rp 15.000/US$ di pekan ini jika Rp 14.950/US$ juga ditembus.

 

Sumber : cnbcindonesia