Rupiah Menguat terhadap Dolar AS

099453200_1547111682-20190110-Rupiah-Tetap-Berada-di-Zona-Hijau-Angga5RIFAN FINANCINDO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat pada Selasa pekan ini. Hal ini didukung sentimen internal dan eksternal.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (9/4/2019), rupiah menguat 0,12 persen ke posisi 14.149 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan, rupiah menguat 12 poin ke posisi 14.155 per dolar AS dari penutupan perdagangan kemarin 14.167 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa pagi ini, rupiah bergerak di kisaran 14.146-14.155 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah melemah tipis lima poin ke posisi 14.150 per dolar AS pada 9 April 2019 dari periode 8 April 2019 di posisi 14.145 per dolar AS.

Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menuturkan, rupiah menguat terhadap dolar AS didorong dolar AS melemah. Hal ini karena data ekonomi AS yang melambat ditunjukkan dari data factory order atau permintaan baru atas barang-barang pabrik buatan AS yang dirilis negatif pada Februari.

Tercatat data factory orders turun ke level -0,5 persen pada Februari 2019. Josua menilai, hal itu mengindikasikan perlambatan ekonomi AS.

“Selain itu, mata uang euro menguat ini didorong dari apresiasi data ekonomi Jerman, ada ekspektasi menguat sehingga buat euro menguat dan dolar AS tertekan,” ujar Josua saat dihubungi Liputan6.com.

Josua menuturkan, ada harapan terhadap negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China juga menopang nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Data Internal Topang Rupiah

Ia menambahkan, data ekonomi internal juga menopang penguatan rupiah terhadap dolar AS.  Salah satunya dari cadangan devisa naik menjadi USD 124,5 miliar pada akhir Maret 2019. Selain itu, penjualan eceran Februari tumbuh 9,1 persen juga menopang pergerakan rupiah.

“Data ekonomi positif juga mendorong penguatan rupiah. Sentimen regional juga juga dukung penguatan sebagian besar mata uang Asia termasuk rupiah sehingga rupiah alami penguatan rupiah terbesar kedua di Asia,” kata dia.

Josua perkirakan, rupiah bergerak di kisaran 14.100-14.200 per dolar AS pada perdagangan Selasa pekan ini.

 

Sumber : www.liputan6.com