Rupiah Melemah ke Rp14.145 per Dolar AS

Teller Bank Mandiri menghitung uang pecahan dolar Amerika di Jakarta, Selasa (10/6). Nilait tukar rupiah atas dolar Amerika pada penutupan hari ini menguat pada posisi Rp 13.308 dibandingkan pada penutupan sebelumnya Rp Rp 13.385 per dolar AS. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ed/pd/15RIFAN FINANCINDO – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.145 per dolar AS pada perdagangan Jumat (5/7) pagi. Posisi tersebut melemah 0,07 persen dibandingkan perdagangan Kamis (4/7) kemarin yang di Rp14.134 per dolar AS.

Pagi hari ini, sebagian besar mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,03 persen, yen Jepang melemah 0,04 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,16 persen.

Kemudian, terdapat pula mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti dolar Singapura sebesar 0,01 persen dan baht Thailand sebesar 0,02 persen. Namun di sisi lain, peso Filipina dan dolar Hong Kong pada posisi stagnan terhadap dolar AS pagi ini.

Sementara itu, pergerakan mata uang negara maju terbilang bervariasi terhadap dolar AS. Euro melemah 0,03 persen, sementara poundsterling Inggris dan dolar Australia masing-masing menguat 0,01 persen dan 0,07 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan pelaku pasar benar-benar mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS pada malam nanti. Sebab, ada ekspektasi hasilnya membaik. Perbaikan bisa mendorong bank sentral AS The Fed untuk menahan suku bunga acuannya.

Kemarin, Pusat Riset ADP mengatakan pekerjaan tumbuh 102 ribu warga AS terserap ke lapangan pekerjaan bulan lalu. Sementara itu konsensus analis memperkirakan ada tambahan 160 ribu orang yang bekerja bulan lalu.

“Tapi di sisi lain, memang benar perekonomian AS melambat, sehingga butuh stimulus berupa penurunan suku bunga acuan,” ujar Ibrahim, Jumat (5/7).

Selebihnya, rupiah juga masih dibayangi tensi perang dagang antara AS dan negara lain. Kini, sikap ekonomi AS memasuki babak baru setelah Presiden AS Donald Trump menuduh China dan Eropa yang terus memompa uang ke negaranya dengan manipulasi mata uang.

“Sehingga, transaksi kemungkinan masih akan kembali melemah dan akan ditransaksikan di level Rp14.105 hingga Rp14.175 per dolar AS,” kata dia.

 

Sumber : cnnindonesia.com