Rupiah hari ini diprediksi lanjutkan pelemahan

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO

RIFAN FINANCINDO – Mata uang rupiah masih akan berhadapan dengan sentimen negatif dari dalam negeri. Sentimen ini datang dari pengaruh politik menjelang putaran kedua pilgub DKI Jakarta terutama dengan aksi beberapa ormas Islam yang diagendakan menggelar aksi pada hari ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta mengatakan sentimen penguatan dollar di pasar Asia terjadi hingga kemarin sore. Hingga akhirnya mata uang rupiah berhasil stabil walaupun ditutup melemah.

Pada perdagangan kemarin seperti dikutip Bloomberg, mata uang paman sam berhasil menguat terhadap beberapa mata uang negara asia seperti Jepang, Singapura, Thailand, Indonesia serta Hongkong.

Mata uang Yen anjlok di perdagangan kemarin setelah data pedagangan kurang memuaskan sementara di sisi lain euro terus berada di tren penurunan dengan meningkatnya isu geopolitik di Uni Eropa, termasuk implementasi Brexit oleh Inggris.

“Sentimen dollar kuat diperkirakan bertahan sehingga rupiah bisa semakin terbatasi ruang penguatannya dalam jangka pendek,” kata dia dalam risetnya, Selasa, 21 Februari 2017.

Pelemahan tipis rupiah dibarengi dengan penguatan harga komdoditas yang didorong dengan kenaikan harga minyak menyusul data ekspor minyak mentah Iran yang naik.

Dari sentimen global fokus inveestor masih tertuju pada notulensi rapat mingguan The Fed (FOMC) meeting yang akan rilis Kamis dini hari.

“Data manufaktur Zona Euro dan AS ditunggu hari ini, diperkirakan turun tipis,” jelas dia.

( kontan.co.id )

Emas Turun seiring Penguatan Dolar AS jelang Rilis Laporan Pertemuan Fed

Emas melemah menyusul kenaikan dolar AS sebelum Federal Reserve AS merilis laporan yang mungkin menunjukkan apakah kebijakan Presiden Donald Trump mempengaruhi pemikiran mereka pada tingkat suku bunga.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan 0,3% lebih rendah di level $ 1,234.21 / oz pada pukul 09:28 pagi waktu Singapura menurut harga publik Bloomberg. Indeks Bloomberg Spot Dollar naik 0,2%.

Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 31 Januari – 1 Februari dijadwalkan untuk dirilis pada 22 Februari nanti.

“Tanpa rilis data ekonomi utama atau sinyal dari pasar mata uang, emas kemungkinan akan diperdagangkan datar,” analis Australia & New Zealand Banking Group mengatakan dalam catatan hari ini “Namun, semua mata akan tertuju pada rilis laporan dari pertemuan terakhir The Fed untuk petunjuk bahwa kebijakan Trump memiliki pengaruh pada kebijakan suku mereka.”

Presiden Fed Bank of Philadelphia Patrick Harker mengatakan ia tidak akan membuang kemungkinan kenaikan suku bunga Maret, menurut Market News International.

Pada logam mulia lainnya, spot perak melemah 0,2%, platinum turun 0,4%, paladium kehilangan 0,3%. (Bloomberg)

RIFAN FINANCINDO