Rupiah Diperkirakan Kembali Melemah

rupiah-vs-dollarRIFAN FINANCINDO – Daya tahan rupiah sedang diuji dan terlihat bahwa penguatan tersebut cukup rentan hingga membuat laju rupiah berbalik melemah tipis.

Pergerakan rupiah dapat kembali variatif cenderung melemah tipis jika tidak ada sentimen lainnya yang dapat mengimbangi peluang pelemahan tersebut.

“Tetap mencermati berbagai macam sentimen yang dapat merubah arah penguatan rupiah,” ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (27/3/2017).

Reza memperkirakan, rupiah akan bergerak dengan kisaran di level support Rp13.342/USD dan resisten Rp13.310/USD.

Sementara, pasca melemah dalam beberapa pekan sebelumnya, kali ini laju USD kembali menguat dengan mengambil kesempatan pada sentimen ketidakjelasan persetujuan ratifikasi program layanan kesehatan bagi masyarakat AS.

Meningkatnya risiko ketidakjelasan akan perkembangan persetujuan tersebut membuat risk averse pelaku pasar meningkat dan berimbas pada peningkatan USD.

“Alhasil, potensi penguatan laju rupiah pun terganggu dan membuatnya melemah. Sentimen dari keinginan pemerintah yang disampaikan melalui Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu terkait kenaikan rating oleh S&P, belum cukup mengangkat rupiah,” pungkasnya.

IHSG Dibuka Turun 9,21 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (27/3/2017) dibuka turun 9,21 poin atau 0,17% ke level 5.557,92.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan Jumat (24/3/2017), indeks berakhir kokoh dengan tambahan 3,38 poin atau 0,06% ke 5.567,13.

Dari 154 saham yang diperdagangkan awal Senin ini, 37 tertekan, 57 naik, dan 60 stagnan. Transaksi bersih asing mencapai Rp1,71 miliar dengan aksi jual asing Rp11,23 miliar berbanding aksi beli asing Rp12,94 miliar.

Melemahnya IHSG seiring dengan memerahnya bursa Asia. Pasar Asia juga jatuh dipimpin oleh bursa Jepang karena melemahnya dolar sebagai reaksi atas gagalnya kebijakan RUU Kesehatan Donald Trump untuk menggantikan Obamacare.

Melansir dari CNBC, Senin ini, bursa Jepang Nikkei 225 turun lebih dari 1,5% karena yen menguat terhadap dolar. Australia ASX 200 turun 0,48% akibat melemahnya saham-saham pertambangan.

Di Korea Selatan, Kospi turun 0,55% dan bursa China dengan indeks Shanghai dan Shenzhen dibuka hampir mendatar. Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,33%.

Atur Transportasi Online, Menhub Sebut Ada Kompetisi Kurang Sehat

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memutuskan untuk melakukan revisi terhadap Peraturan Menteri (PM) Nomor 32 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Perubahan aturan ini dilakukan karena pemerintah melihat ada kompetisi kurang sehat antara pengemudi transportasi online dan taksi konvensional.

Dalam revisi beleid tersebut, setidaknya ada 11 poin yang dilakukan perubahan termasuk ketentuan tarif batas atas dan batas bawah untuk taksi online, dan kuota taksi online yang beredar di Tanah Air.

“Sebelum ini kita mengenal yang namanya keselamatan, level of service, sekarang ada kompetisi kurang sehat, kita atur kesetaraan,” ujarnya di Balai Kota, Jakarta, Minggu (26/3/2017).

Menurut Menhub, revisi PM No 32/2016 bukan disebabkan karena pemerintah tidak peka terhadap perkembangan teknologi. Sebab, modernisasi yang terjadi di Tanah Air adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditolak.

“?Mengapresiasi adanya online, keniscayaan format baru, transportasi lebih modern, tapi di sini saya diminta sebagai pemerintah memberikan satu payung,” terangnya.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini menyebutkan, pemerintah tidak ingin modernisasi yang terjadi di Indonesia? menganaktirikan satu pihak. Sebab itu, pemerintah memutuskan untuk mengatur peredaran transportasi online.

“?Kita ingin tambah modern. Tapi dengan tambah modern, kita tidak ingin menganaktirikan yang berkehidupan dari situ. Niat ini adalah niat baik untuk mengatur,” tandasnya.

Sumber : sindonews.com