Rilis Data Pekerjaan AS, Saham Asia Labil

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia fluktuatif, setelah ditutup dengan kenaikan bulanan kemarin, seiring jatuhnya saham komoditas setelah aksi jual di perusahaan energi AS dan investor menunggu laporan pekerjaan AS.

MSCI Asia Pacific Index turun kurang dari 0,1 persen ke level 137,98 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo, setelah naik kurang dari 0,1 persen. Indeks naik 1,2 persen bulan lalu, menyusul lonjakan 5,8 persen pada bulan Juli. Indeks Topix Jepang naik 0,1 persen seiring yen diperdagangkan di level 103,19 terhadap dolar, stabil setelah penurunan beruntun terpanjang sejak Maret. indeks saham energi turun 0,3 persen setelah Administrasi Informasi Energi menunjukkan stok minyak mentah naik 2,28 juta barel, lebih dari kenaikan 1,3 juta barel diproyeksikan oleh analis.

Gains ekuitas Asia pada bulan Agustus didorong oleh rebound di saham Jepang setelah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendorong dolar dengan nelemahkan yen sehingga menguntungkan saham eksportir. Investor sekarang mengalihkan fokus ke data pekerjaan AS yang akan dirilis pada hari Jumat, laporan ekonomi utama yang bisa membuat Federal Reserve untuk mengambil tindakan ketika ulasan kebijakan moneter tiga minggu kemudian.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7 persen. Australia S & P / ASX 200 Index melemah 0,2 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru kehilangan 0,3 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. (Bloomberg)

Saham Jepang Fluktuatif Jelang Data Pekerjaan AS

Saham Jepang berayun di antara keuntungan dan kerugian menjelang laporan pekerjaan Amerika besok yang diharapkan dapat membantu memperjelas prospek suku bunga AS dan arah untuk yen.

Pengeksplor minyak memimpin penurunan menyusul turunnya harga minyak mentah sementara saham pemberi pinjaman dan bank naik, memberikan dukungan untuk indeks pada pukul 09:18 pagi waktu Tokyo seiring yen melayang di dekat level rendah satu bulan terhadap dolar. Topix menguat 0,1% ke level 1,329.46 dan Nikkei 225 sedikit berubah di level 16,877.73.

Mata uang Jepang telah kehilangan 1,3 persen minggu ini, seiring investor bertaruh pada kenaikan suku bunga AS akan teerjadi lebih cepat dari yang diperkirakan menyusul Jumat komentar hawkish Ketua Federal Reserve Janet Yellen pekan lalu,

Saham yang bukan terfavorit di Tokyo telah membuat comeback minggu ini, mencoba untuk pulih seiring reli saham defensif, dengan beralihnya investor dari produsen obat dan perusahaan makanan, yang melonjak ke rekor tahun lalu dikarenakan para pedagang mencari keselamatan dan imbal hasil.

Kontrak pada Indeks S & P 500 sedikit berubah. indeks dasar ini tergelincir 0,2 persen pada hari Rabu. Pedagang menempatkan peluang kenaikan suku bunga AS pada awal September di 36 persen, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. (sdm)

Sumber: Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO