Reli Yen Terpanjang Tahun ini Terhenti Seiring Pertemuan BOJ

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Penguatan yen terhadap dolar terhenti seiring BOJ menggelar pertemuan kebijakan seama dua hari bulan ini, dengan pasar terfokus apakah BOJ akan melonggarkan kebijakan ditengah perlambatan ekonomi global dan tekanan deflasi.

Mata uang Jepang menghentikan penguatannya pada hari Rabu terhadap dolar pasca menguat pada perdagangan kemarin ketika indeks dolar catat penurunan terpanjang sejak gejolak pasar pada Agustus lalu, ditambah pelemahan data pekerjaan pekan lalu mendorong spekulasi The Fed tidak akan menaikan suku bunga tahun ini. Mata uang Jepang bergerak mendatar sejak 30 September pasca mencatat penguatan dalam dua bulan terakhir sejak Juni 2014 lalu. Presiden The Fed San Francisco John Williams untuk ketiga kalinya dalam sepekan terakhir menegaskan pada hari Selasa dukungannya untuk menaikan suku bunga tahun ini. Yen menguat tipis terhadap sejumlah mata uang utama ditengah spekulasi BOJ akan melonggarkan kebijakan bulan ini.

Yen mendatar pada level 120,25 per dolar AS pukul 8:51 pagi di Tokyo. Yen menguat sebesar 0,2 persen pada Selasa. Selama sebulan terakhir, dolar telah meningkat sekitar 0,8 persen terhadap yen sementara dolar melemah sekitar 0,9 persen terhadap euro.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, berada di level 1,201.88 dari level 1,200.72 di New York, penurunan untuk hari keempat, penurunan terpanjang sejak 19-24 Agustus lalu, ketika devaluasi China menyebabkan gejolak pada pasar keuangan global.

BOJ diperkirakan akan memutuskan untuk tidak merubah kebijakan moneternya ketika menyimpulkan pertemuan selama dua hari pada Rabu di Tokyo. Lima belas dari 36 ekonom memperkirakan BOJ akan menambah pelonggaran sudah belum pernah terjadi sebelumnya pada pertemuan pada 30 Oktober mendatang, menurut survei Bloomberg. (izr)

Sumber: Bloomberg