Rata-rata Transaksi BEI Naik 23,06%

PT Rifan Financindo

Pasar Saham

PT RIFAN FINANCINDO – Rata-rata volume transaksi perdagangan saham harian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini mengalami kenaikan 23,06% menjadi 12,54 miliar unit saham dari 10,19 miliar lembar unit saham sepekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi perdagangan saham IHSG sepanjang pekan ini juga meningkat 14,02% menjadi 337,64 ribu kali transaksi dari 296,11 ribu kali transaksi di akhir pekan lalu.

Meski demikian, rata-rata nilai transaksi perdagangan saham harian IHSG pada pekan ini mengalami perubahan 2,98% menjadi Rp8,78 triliun dari Rp9,05 triliun pada pekan lalu. Nilai kapitalisasi pasar IHSG juga berubah 0,03% menjadi Rp6.187,92 triliun dari Rp6.189,63 triliun sepekan lalu.

“Level IHSG pada pekan ini juga berubah 0,03% menjadi 5.683,38 poin dari 5.685,30 poin sepekan sebelumnya. Investor asing mencatatkan beli bersih Rp1,55 triliun, dan sepanjang tahun ini investor asing masih mencatatkan beli bersih Rp23,86 triliun,” ujar Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/5/2017).

Sementara, akhir pekan minggu pertama di bulan Mei ini, telah dicatatkan perdana saham PT Sariguna Primatirta Tbk pada Jumat (5/5). Dengan kode saham CLEO, PT Sariguna Primatirta Tbk merupakan emiten ke-5 yang dicatatkan di BEI tahun ini. Atau emiten BEI yang ke-540.

Kemudian untuk pencatatan surat utang,  terdapat Pencatatan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I XL Axiata Tahap II Tahun 2017 yang diterbitkan oleh XL Axiata Tbk dengan nilai total nominal sebesar Rp2,18 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 adalah 19 emisi dari 18 Emiten senilai Rp34,87 triliun.

“Selain itu, pada hari yang sama, terdapat pencatatan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial-Bank Tabungan Negara Nomor 03 Kelas A yang diterbitkan oleh Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan dengan nilai total nominal sebesar Rp913 miliar,” pungkas Yulianto.

Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 323 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp330,27 triliun dan USD67,5 juta yang diterbitkan oleh 108 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 94 seri dengan nilai nominal Rp1.902,04 triliun dan USD1.240 juta, serta 8 emisi Efek Beragun Aset (EBA) senilai Rp3,57 triliun. ( sindonews.com )