PT RIFAN FINANCINDO | Investor Pantau Jadwal Kebijakan, Harga Emas Turun

Rifan financindo – Emas jatuh di sesi Asia, Senin (26/9), menyerahkan keuntungan awal, dengan seminggu ke depan yang sibuk dalam pernyataan bank sentral dan juga debat pertama antar dua pesaing papan atas kandidat presiden AS.

Emas untuk pengiriman Desember di divisi Comex Bursa Perdagangan New York menurun 0,32% menjadi $1,337.35 per troy ounce.

Juga di Comex, perak berjangka untuk pengiriman Desember anjlok 1,01% menjadi $19,610 per troy ounce, sementara tembaga berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,27% menjadi $2,194 per pon.

Dalam seminggu ini, Ketua Federal Reserve Janet Yellen akan berpidato di tengah ketidakpastian yang sedang berlangsung atas waktu kenaikan suku bunga AS berikutnya. Serta, pidato Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengenai petunjuk baru apakah ECB akan meningkatkan stimulus moneter dalam beberapa bulan mendatang untuk mendorong inflasi dan menopang perekonomian.

Selain itu, kata sambutan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan diamati dengan teliti setelah keputusan BoJ minggu lalu yang mengubah kerangka kebijakannya.

Bank sentral Jepang tersebut menahan diri untuk memangkas suku bunga lebih jauh ke wilayah negatif atau memperluas program pembelian aset pada pertemuan kebijakan moneternya, bukannya beralih dalam menargetkan suku bunga sebagai cara untuk mencapai target inflasi.

Debat pertama capres Partai Demokrat Hillary Clinton dan capres Partai Republik Donald Trump akan menjadi peristiwa besar lain bagi pasar di hari Senin.

Pekan lalu, harga emas bergerak lebih rendah pada hari Jumat pekan lalu, tetapi raih keuntungan mingguan terkuat dalam hampir dua bulan setelah Federal Reserve menahan kenaikan suku bunganya dan menurunkan jumlah ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun depan.

Logam mulia sensitif terhadap pergerakan suku bunga AS, yang mengangkat biaya kesempatan memegang aset non-unggulan seperti emas batangan. Kenaikan bertahap tingkat suku bunga yang lebih tinggi dipandang kurang mengancam harga emas daripada serangkaian peningkatan yang cepat.

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakannya pada hari Rabu, tetapi mengisyaratkan bahwa kenaikan bisa datang pada bulan Desember jika pasar tenaga kerja terus membaik.

Pada saat yang sama, bank sentral AS juga memangkas jumlah ekspektasi kenaikan suku bunga di tahun depan dan tahun 2018, berdasarkan proyeksi median perkiraan yang dirilis bersama dengan pernyataan pasca-pertemuan.

The Fed memiliki pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada awal November dan pertengahan Desember.

Ekonom percaya pembuat kebijakan akan menghindari kenaikan suku bunga pada bulan November karena pertemuan tersebut jatuh tepat hanya beberapa hari sebelum pemilihan presiden AS.

Pasar saat ini menghargai kesempatan 12,4% dari kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan November

Sumber: investing.com