PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Wall Street Menguat

094647600_1511423804-Perdagangan-Saham-dan-Bursa10PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) penutupan menguat pada perdagangan Senin, membawa indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak kenaikan terbesar selama lebih dari sebulan. Kenaikan ini ditopang lonjakan saham perbankan menjelang laporan kinerja keuangan di akhir pekan ini.

Tak hanya saham perbankan, saham industri, energi, dan saham konsumen juga meningkat tajam, sementara sektor utilitias dan telekomunikasi melemah.

Dilansir dari Reuters, Selasa (10/7/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 320,11 poin atau 1,31 persen menjadi 24.776,59, kemudian indeks S&P 500 naik 24,35 poin atau 0,88 persen menjadi 2.784,17. Sedangkan indeks komposit Nasdaq bertambah 67,81 poin atau 0,88 persen menjadi 7.756,2.

Saham perbankan S&P tercatat naik 2,7 persen, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak 26 Maret. JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc dijadwalkan melaporkan kinerja keuangan pada hari Jumat.

Penguatan ekonomi AS menopang menopang kinerja sektor pebankan. Investor juga mungkin mengalihkan fokus Kedua negara itu saling menerapkan kebijakan impor senilai USD 34 miliar pada hari Jumat pekan lalu.

Membantu meningkatkan indeks Dow Jones, saham Caterpillar Inc naik 4,1 persen. Sektor industri S&P melonjak 1,8 persen. Caterpillar dan industri lainnya termasuk yang paling terpukul oleh kekhawatiran perdagangan baru-baru ini.

Laba perusahaan

Laporan penelitian Bank of America Merrill Lynch menunjukkan laba per saham untuk perusahaan S&P 500 pada 2018 direvisi lebih tinggi di tengah hasil kinerja kuartal I yang lebih baik dari perkiraan, harga minyak yang lebih tinggi, dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Perkiraan analis AS untuk pertumbuhan laba S&P 500 kuartal II telah meningkat sedikit sejak April, dengan perkiraan terbaru di sekitar 21 persen, menurut data Thomson Reuters.

Saham Twitter Inc tenggelam setelah Washington Post melaporkan bahwa perusahaan media sosial itu membekukan lebih dari 70 juta akun palsu pada bulan Mei dan Juni, yang menurut para analis dapat mengurangi pertumbuhan pengguna twitter.

Penurunan saham Twitter tertahan usai Direktur Keuangan Twitter menyatakan sebagian besar akun yang dihapus oleh Twitter tidak termasuk dalam metrik yang dilaporkan. Saham Twitter berakhir turun 5,4 persen.

Sumber : www.liputan6.com/bisnis