PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA | Pemerintah dan BI Terus Jaga Gerak Inflasi

YLCX4BZcgyPT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus mencermati pergerakan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp14.000 per USD. Salah satu yang terus dipantau yakni dampak pelemahan mata uang Garuda terhadap tingkat inflasi, terutama yang berasal dari barang-barang impor.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, sepanjang kuartal pertama barang impor yang masuk ke Tanah Air nilainya melebihi ekspor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat impor tumbuh 12,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dengan data itu, lanjut Ani, sapaan akrabnya, Kemenkeu, Bank Indonesia (BI), dan menteri ekonomi terkait secara kontinu bersama-sama menjaga dinamika yang terjadi dengan tetap memberikan nilai positif bagi perekonomian nasional. Tentu segala upaya terus dilakukan dengan harapan pelemahan tidak lebih dalam.

“Jadi bagaimana tingkat inflasi harus dijaga bersama-sama dengan Bank Indonesia,” kata Ani, di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Mei 2018.

Selain itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, pihaknya juga mencermati dampak pelemahan nilai tukar rupiah yang disertai penguatan harga minyak dunia pada subsidi BBM dan listrik. Kenaikan harga minyak dan penguatan USD bisa menciptakan tekanan bagi inflasi yang nantinya membebankan masyarakat.

Dalam hal ini, Ani menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melihat neraca keuangan PT Pertamina dan PT PLN guna menentukan kebijakan yang bisa memberikan keadilan bagi seluruh pihak.

Meski demikian, masih kata Ani, pelemahan nilai tukar rupiah dan penguatan harga minyak berdampak positif bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terutama dari sisi penerimaan.

“Jadi nanti kita akan membuat autran untuk tetap menjaga keuangan Pertamina sehingga BUMN bisa menjalankan tugasnya menyediakan BBM di seluruh Indonesia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat, tapi di sisi lain APBN tetap sehat,” pungkas dia.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com