PT Rifan Financindo Berjangka – IHSG Berpeluang Menguat, Cermati Saham Pilihan Ini

1

PT Rifan Financindo Berjangka – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang menguat terbatas pada perdagangan Rabu (7/3/2018). Proyeksi penguatan tersebut di tengah menanti pengumuman cadangan devisa (cadev) di periode Februari 2018.

Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang 6.478-6.642. Pada perdagangan kemarin, 6 Februari 2018, IHSG melemah 50,48 poin atau 0,77 persen ke posisi 6.500,11.

“Rilis data cadangan devisa membayangi laju IHSG dengan range berada pada kisaran 6.478-6.642,” tutur William di Jakarta, hari ini.

Atas dasar itu, William merekomendasikan beberapa saham, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Pembangunan Daerah Tbk (BJTM).

Sementara itu, Analis PT Recapital Asset Management, Kiswoyo Adi meramal laju IHSG akan berada pada level support 6.450 dan resistence di 6.600.

“Saham yang bisa jadi pilihan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT),” ujar dia.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji memprediksi laju IHSG berpotensi menguat terbatas. Nafan merekomendasikan saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Dari data Bank Indonesia (BI), posisi cadangan devisa Indonesia sebesar US$ 131,98 miliar pada akhir Januari 2018. Realisasi ini naik sebesar US$ 1,78 miliar dari posisi Desember 2017 yang sebesar US$ 130,20 miliar.

“Posisi cadev akhir Januari 2018 tercatat US$ 131,98 miliar atau lebih tinggi dari posisi akhir Desember 2017 sebesar US$ 130,20 miliar,” kata Direktur Eksekutif BI, Agusman pada 7 Februari 2018.

Menurut Agusman, peningkatan cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. Penerimaan devisa tersebut melampaui kebutuhan devisa terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

“Posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2018 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” Agusman menerangkan.

BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com