Prospek Mingguan – Emas / Perak / Tembaga

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Harga emas jatuh pada hari Jumat pekan lalu, mundur dari level tertinggi satu bulan di sesi sebelumnya akibat dolar yang menguat terhadap sejumlah mata uang setelah data pekerjaan AS menunjukkan perlambatan dalam pekerjaan pada bulan Desember namun pertumbuhan upah naik.

Emas untuk pengiriman Februari menetap 0,73% di $1,172.65 pada divisi Comex Bursa Perdagangan New York.

Logam tersebut masih 1,97% lebih tinggi selama minggu lalu, kinerja mingguan terbaik dalam dua bulan, dibantu oleh pelemahan luas dolar di awal pekan lalu.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan Jumat ekonomi AS menambahkan 156.000 pekerjaan pada bulan Desember, jatuh sedikit dari perkiraan ekonom untuk pertumbuhan pekerjaan sebesar 178.000.

Laporan ini juga menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan upah tahunan naik menjadi 2,9% pada bulan Desember dari tahun sebelumnya, terkuat sejak 2009.

Data tenaga kerja itu menunjukkan bahwa ekonomi cukup membaik bagi Federal Reserve untuk terus mendorong kenaikan suku bunga.

The Fed telah mengindikasikan bahwa peningkatan suku bunga tiga perempat persentase poin di tahun 2017.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan dolar dengan membuat mata uang tersebut lebih menarik menghasilkan keuntungan bagi investor.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,77% ke 102,17 pada akhir Jumat lalu.

Indeks tersebut telah jatuh dalam dua sesi sebelumnya setelah menyentuh 14 tahun tertinggi 103,82 pada hari Selasa.

Dolar yang kuat dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberatkan emas, yang dihargai dalam mata uang dolar dan berjuang untuk bersaing dengan aset terkait imbal hasil ketika biaya pinjaman meningkat.

Di tempat lain dalam perdagangan logam mulia, paladium berakhir di level tertinggi lima minggu $758,35 Jumat lalu.

Logam itu, yang digunakan dalam katalis kendaraan untuk membersihkan emisi gas buang mengakhiri pekan dengan keuntungan sekitar 11% setelah data menunjukkan penjualan mobil baru dan truk AS mencapai rekor tertinggi di tahun 2016.

Perak turun 0,73% pada $16,52 per troy ons Jumat pekan kemarin, setelah menyentuh level tertinggi di $16,76 pada sesi sebelumnya, tertinggi sejak 15 Desember. Tembaga naik 0,18% pada $2,54 per pon dan akhiri minggu naik 1,6%.

Platinum turun 0,32% pada hari itu di $972,85 per ons tapi naik hampir 7,5% untuk minggu lalu. Logam tersebut menyentuh level tertinggi 11 November di $979,75 pada hari Kamis lalu.

Dalam seminggu ke depan, investor akan menanti laporan ekonomi AS, terutama angka penjualan ritel bulan Desember pada hari Jumat.

Investor juga akan mengamati penampilan Ketua Fed Janet Yellen, Kamis dan pidato beberapa pejabat Fed lainnya selama seminggu ke depan.

( id.investing.com )