Produsen Minyak Gagal Sepakati Pembekuan Produksi

\Produsen Minyak Gagal Sepakati Pembekuan Produksi\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Negara produsen minyak teratas dunia gagal memperoleh kesepakatan untuk membekukan produksi minyak mentah saat pertemuan di Doha, Qatar. Kegagalan ini tentu menakuti investor dan mengirim tremor melalui pasar minyak.

Melansir CNN, Senin (18/4/2016), para menteri minyak yang sebagian besar negara anggota OPEC, bersama dengan beberapa orang luar termasuk Rusia, menghabiskan lebih dari 12 jam dalam konsultasi pada pembekuan produksi minyak.

Ide awal pertemuan itu adalah pembekuan akan membantu menempatkan harga minyak mentah, yang telah meningkat dari USD26 per barel pada bulan Februari menjadi di atas USD40 karena harapan bahwa kesepakatan akan terjadi.

Kegagalan produsen utama untuk mengambil langkah-langkah meningkatkan harga minyak yang rendah mencerminkan perpecahan dalam organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) antara anggota terbesarnya Arab Saudi dan Iran, yang meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun mendapat sanksi internasional.

Menteri Perminyakan Qatar mengatakan, negara-negara membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyetujui pembekuan produksi dan menyarankan bahwa kenaikan harga baru-baru ini telah meningkatkan posisi keseluruhan produsen.

Namun, Arab Saudi telah mengatakan negara itu tidak akan mendukung pembekuan kalau Iran tidak menyetujuinya.

Sebelumnya, Iran mengatakan akan mengirim utusan ke pertemuan itu tetapi akhirnya tidak mengirim delegasi. Iran telah meningkatkan produksi minyaknya sejak pencabutan sanksi setelah persetujuan nuklir dengan negara-negara kuat dunia.

Sumber : http://economy.okezone.com