Produksi Naik, Harga Minyak Mentah Terpuruk

PT RIFAN FINANCINDO – Harga minyak turun di perdagangan Asia di tengah gejolak pasar yang khawatir atas dampak ekonomi dari Brexit. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin melambat seiring adanya Brexit.

Harga minyak naik hampir 80 persen dari posisi terendah 12 tahun dari sekira USD27 per barel untuk Brent dan USD26 per barel untuk minyak mentah AS pada kuartal pertama dan guncangan terjadi setelah Brexit memberikan pukulan pada pertumbuhan global.

BACA JUGA 😕Emas Menguat ke 2 Tahun Tertinggi

“Anda memiliki penguatan dolar, risk aversion meningkat karena Brexit saga sedang berlangsung dan kemudian ada aspek penawaran dan permintaan yang mempertimbangkan atas semua ini,” kata analis pasar forex.com, Fawad Razaqzada, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/7/2016).

Minyak mentah AS turun 31 sen ke USD46,29 per barel, seiring investor AS mencerna berita peningkatan produksi OPEC setelah liburan 4 Juli. Sedangkan minyak berjangka Brent turun 31 sen menjadi USD47,65. per barel.

Rebound minyak mentah telah didorong oleh turunnya pasokan dari Kanada ke Nigeria yang menciptakan persepsi bahwa kelebihan pasokan selama dua tahun kemungkinan berkurang.

Tapi produksi minyak OPEC pada Juni tercatat sebagai yang tertinggi dalam sejarah, dan industri minyak Nigeria pun telah pulih dari serangan militan.

Sumber : http://economy.okezone.com

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.