Produk UMKM Kerek Ekspor Nonmigas

f447580a-d1f4-40c3-81c2-e7abcad75701_169RIFAN FINANCINDO – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masuk ke pasar internasional untuk mengerek nilai ekspor nonmigas.

Agus menilai pertumbuhan ekspor diperlukan untuk menjaga neraca perdagangan agar tetap surplus di tengah perlambatan aktivitas perekonomian global.

“Kementerian Perdagangan terus mengupayakan berbagai kebijakan dan langkah untuk menjaga neraca perdagangan dengan mengendalikan impor dan mendorong kinerja ekspor nonmigas nasional termasuk meningkatkan ekspor pelaku bisnis kecil dan menengah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/8).

Seperti diketahui, surplus neraca perdagangan Juli 2020 sebesar US$3,26 miliar terjadi karena nilai ekspor mencapai US$13,73 miliar atau tumbuh 14,33 persen secara tahunan. Sementara nilai impor hanya mencapai US$10,47 miliar atau naik 2,73 persen dari bulan sebelumnya.

Secara rinci, kinerja ekspor ditopang oleh ekspor minyak dan gas (migas) mencapai US$700 juta miliar atau naik 23,77 persen dari bulan sebelumnya. Sementara ekspor nonmigas sebesar US$13,03 miliar atau meningkat 13,86 persen.

Secara total, kinerja ekspor non migas masih menopang sekitar 94,87 persen dari total ekspor pada bulan sebelumnya.

Peningkatan ekspor nonmigas disumbang oleh ekspor industri pertanian 24,1 persen menjadi US$350 juta dan industri pengolahan naik 16,95 persen menjadi US$11,28 miliar, sedangkan industri pertambangan turun 7,83 persen menjadi US$1,39 miliar.

Agus menyampaikan kementeriannya telah menyiapkan strategi peningkatan kinerja ekspor nonmigas di masa pandemi Covid-19 dengan terus berupaya membuka akses pasar potensial serta mempertahankan pasar ekspor yang telah ada.

“Kami juga dituntut lebih kreatif dan dinamis dan cepat dalam memanfaatkan peluang ekspor melalui terobosan inovasi diversifikasi maupun hilirisasi produk berbasis komoditi unggulan Indonesia,” tuturnya.

Lantaran itu lah kementeriannya mengapresiasi pelaku UMKM serta industri kecil dan menengah yang berani merambah pasar global lewat hilirisasi komoditi unggulan Indonesia.

Salah satunya, sebut Agus, adalah PT inti Sumber Citra Sarasa yang telah melakukan inovasi produk ekspor khususnya bawang merah goreng untuk memberikan nilai tambah sesuai standar halal dan kesehatan serta penyesuaian terhadap perubahan selera konsumen di pasar global.

“Kami bersama PT Inti Sumber Citra Rasa akan melepas 1 kontainer berisi 2 ton bawang merah goreng Malaysia. Saat ini truk kontainer bawang merah sudah berada di perusahaan di Medan dan dipastikan berada di kapal untuk dikirim ke Malaysia dari pelabuhan Belawan Sumatera Utara,” tandasnya.

 

Sumber : cnnindonesia