Poundsterling Tertekan, Rupiah Menguat

PT RIFAN FINANCINDO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka kembali terapresiasi setelah kemarin ditutup berada di jalur hijau. Rupiah menguat pada saat poundsterling mengalami tekanan dan semakin menguatnya yen terhadap USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka pada level Rp13.088/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.095/USD.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah dibuka berada pada posisi Rp13.082/USD dengan kisaran harian Rp13.068-Rp13.091/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.086/USD, dan pada pukul 10.00 WIB pagi ini semakin menguat ke level Rp13.078/USD.

Namun posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka pada level Rp13.090/USD atau sedikit melemah dibanding penutupan kemarin di level 13.084/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB rupiah tercatat menguat ke level Rp13.062/USD dengan kisaran harian Rp13.041-Rp13.090/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/7/2016), yen menguat di awal perdagangan Asia hari ini. Sementara poundsterling berada di bawah tekanan karena para pedagang bersiap untuk melihat pertemuan Bank of England (BoE) yang diharapkan memberikan pelonggaran terkait jatuhnya ekonomi Inggris.

BoE akan mengumumkan pemotongan suku bunga acuan ke rekor rendah 0,25% dari sebelumnya 0,5%. Sementara, penunjukan Theresa Mei sebagai perdana menteri baru Inggris atas kekhawatiran pelaku pasar tentang kekacauan politik di bangun dari bulan lalu terkait Brexit, banyak ekonom mengatakan Inggris masih bisa tergelincir kembali ke dalam resesi.

Sterling terhadap USD mereda 0,2% menjadi 1,3123. “Jika sterling naik karena Bank of England mempertahankan suku bunga tidak berubah dan beberapa bagian dari pasar kecewa, reli harus dijual,” kata Kathy Lien, direktur strategi FX di BK Asset Management di New York.

Sementara itu, dolar Kanada terhadap USD terlihat stabil di level 1,2976 setelah Bank of Canada kemarin mempertahankan suku bunga stabil, dan ekspor serta investasi bisnis akan mengambil bahkan seperti memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016.

Investor tetap fokus pada apakah Bank of Japan akan memperluas stimulus moneter pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini, terutama setelah kursi mantan Federal Reserve Ben Bernanke pada kunjungan ke Tokyo mengatakan kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa BOJ langkah untuk mendukung perekonomian.

USD terhadap yen tercatat tergelincir 0,4% menjadi 104,06, menarik diri dari posisi tertinggi pascabrexit di level 104,98. Selain itu, euro terhadap yen juga tercatat jatuh 0,2% menjadi 115,48, dan terhadap USD, euro naik tipis 0,1% menjadi 1,1094.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.