Pound Jatuh untuk Hari Kedua vs Dolar Sebelum Data Inflasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pound kembali melemah untuk hari kedua terhadap dolar sebelum laporan ekonom mengatakan akan menunjukkan tingkat inflasi Inggris yang tetap berada di bawah nol pada bulan Oktober, menghambat prospek Bank of England meningkatkan suku bunga utamanya pada 2016.

Sterling jatuh dari level terkuat dalam lebih dari tiga bulan terhadap euro. Harga konsumen Inggris menurun 0,1 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya, menurut para ekonom yang disurvei Bloomberg. Hampir dua tahun telah berlalu sejak hal itu berada di target bank sentral sebesar 2 persen.

Pound turun 0,2 persen ke level $ 1,51777 pada pukul 07:24 pagi waktu London, setelah jatuh 0,2 persen pada kemarin. Sterling berada di level 70,23 pence per euro. Mencapai level 70,18 pence sebelumnya, yang merupakan level terkuat sejak 7 Agustus

Investor kembali mengurangi kemungkinan suku bunga Inggris lebih tinggi tahun depan. Kurang dari seminggu yang lalu pasar yang mensinyalir kenaikan suku bunga mungkin dilakukan pada bulan November 2016. Kontrak maju berdasarkan indeks rata-rata semalam sterling, atau Sonia, sekarang tidak mengkalkulasi pada setiap kemungkinan kenaikan suku bunga BOE sampai setelah Januari 2017. (sdm)

Sumber: Bloomberg