Persediaan Minyak AS Meningkat, Minyak Perpanjang Penurunan Dibawah $30

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak memperpanjang penurunan di bawah $ 30 per barel setelah penurunan dua hari terbesarnya dalam hampir tujuh tahun terakhir karena data industri AS menunjukkan bahwa stok minyak mentah mereka meningkat, memperparah surplus global.

Minyak berjangka mengalami penurunan sebanyak 1,6 persen di New York setelah jatuh 11 persen dua sesi sebelumnya, merupakan yang terbesar sejak Maret 2009. Persediaan membesar dengan 3,8 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan akan memberikan laporan Selasa. Data pemerintah hari Rabu ini diperkirakan akan menunjukkan persediaan yang meningkat sebesar 4 juta barel, menurut survei Bloomberg. Exxon Mobil Corp memangkas anggaran pengeboran mereka ke level terendah 10-tahun di tengah kemerosotan harga.

Minyak telah kehilangan sekitar 20 persen tahun ini di tengah penuhnya pasokan minyak mentah AS dan prospek untuk meningkatkan ekspor dari Iran setelah penghapusan sanksi internasional. Penurunan mendorong ?Standard & Poor untuk memangkas peringkat kredit Chevron Corp untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade terakhir setelah Royal Dutch Shell Plc mendapatkan pemangkasan peringkat utang ke level terendahnya sejak S & P memulai ulasannya pada tahun 1990.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun sebanyak 48 sen menjadi $ 29,40 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 29,45 pada 09:30 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan 5,5 persen menjadi $ 29,88 pada Selasa kemarin, ditutup di bawah $ 30 untuk pertama kalinya sejak 21 Januari. Jumlah volume perdagangan sekitar 17 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman April turun sebanyak 42 sen, atau 1,3 persen, ke $ 32,30 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak turun $ 1,52 ke $ 32,72 pada Selasa kemarin. Minyak mentah acuan Eropa tersebut berada pada premi sebesar $ 1.14 untuk WTI bulan April.(mrv)

Sumber: Bloomberg