Permintaan BBM Anjlok ke Level Terendah Sejak 1998

Permintaan BBM Anjlok ke Level Terendah Sejak 1998RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah internasional melanjutkan penurunannya empat hari berturut-turut pada pekan ini. Setelah pedagang dan investor mengabaikan sebuah penarikan tidak terduga dari persediaan minyak mentah Amerika Serikat, karena ingin fokus membuat produk sulingan.

Dilansir dari CNBC, Kamis, 10 Desember 2015, persediaan minyak mentah di AS turun 3,6 juta barel pekan lalu. Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan, penurunan persediaan ini merupakan pertama yang dilakukan setelah 10 minggu berturut-turut AS terus memproduksi minyak.
Brent minyak mentah berjangka turun enam sen menjadi US$40,20 per barel, mendekati level terendah sejak tujuh tahun lalu pada US$39,57 per barel. Brent kehilangan sekitar US$4 atau 10 persen, sejak pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pekan lalu.
Sementara itu West Texas Intermediate (WTI) minyak mentah berjangka AS, turun 35 sen atau 0,93 persen di harga US$37,16 per barel.
EIA mengatakan, persediaan bahan bakar minyak (BBM) melonjak sebesar lima juta barel, dua kali lipat dari perkiraan dan kenaikan tajam sejak Januari. Sedangkan permintaan untuk BBM di AS jatuh ke level terendah secara musiman sejak 1998.
“Kenaikan besar dalam persediaan bahan bakar ?kemungkinan akan bekerja untuk membuat laporan bearish pada akhir hari,” kata John Kilduff, mitra di New York hedge fund energi Again Capital.
(mus)
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id