Perang Dagang Tak Akan Picu Resesi

donald-trump_120719RIFAN FINANCINDO – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pejabat tinggi Gedung Putih menepis kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi akan melemah dengan mengatakan risiko resesi tipis meski pasar obligasi global bergejolak sembari menegaskan perang dagang dengan China tidak akan merusak Amerika Serikat (AS).

“Kami melakukannya dengan sangat baik, konsumen kami kaya. Saya memberikan potongan pajak yang luar biasa dan mereka memiliki banyak uang,” kata Trump kemarin seperti dikutip Reuters, Senin (19/8/2019).

Hanya saja Trump kurang optimistis dibandingkan para pembantunya dalam mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.

Trump mengatakan bahwa meskipun dia yakin China siap untuk mencapai kesepakatan, tapi dirinya belum siap untuk membuat kesepakatan

Dia mengisyaratkan bahwa Gedung Putih ingin melihat Beijing menyelesaikan protes yang sedang berlangsung di Hong Kong terlebih dahulu.

“Saya ingin melihat masalah protes di Hong Kong diselesaikan dengan cara kemanusiaan,” kata Trump.

Menurutnya, cara damai itu akan sangat baik untuk kesepakatan perdagangan.

Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan para deputi perdagangan dari kedua negara akan berbicara dalam 10 hari.

Jika pertemuan para wakil itu berjalan dengan baik maka AS akan meminta China datang ke negaranya.

Kudlow mengatakan pada “Fox News Sunday” bahwa Amerika Serikat tetap dalam kondisi yang cukup baik meski perundingan dagang masih terkendala hingga saat ini.

“Tidak ada resesi di depan mata,” kata Kudlow.

Dia mengatakan  konsumen sedang bekerja dan upah mereka naik. Mereka menghabiskan dan menabung, katanya.

 

Sumber : bisnis