Penurunan Swiss Franc Antarkan Yen Naik Terhadap Euro

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Yen mencapai level 3 bulan tertingginya terhadap euro setelah Swiss National Bank mengguncang pasar dengan keputusannya untuk menghapus batas nilai tukar, sehingga menumbangkan pernyataan awal pekan ini yang dinyatakan sebagai pilar kebijakan.

Mata uang Jepang mencatat gain mingguan tertinggi sejak 1999 silam, hal tersebut men4ef81fc7b209f5a2c7e82260dc8ed056yusul euro yang turun sebesar 1.9% terhadap dolar pada Kamis lalu. Franc melonjak sebesar 38% terhadap dolar AS dan catat gain terhadap elbih dari 150 mata uang seperti yang dimonitor oleh Bloomberg. Volatilitas melonjak ke level 1 tahun tertingginya. SNB menetapkan suku bunga yang lebih rendah yang telah berada dibawah 0 sehingga mendorong permintaan imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi.

Yen naik sebesar 0.3% ke level 134.71 per euro merupakan level tertinggi sejak 16 Oktober tahun lalu sebelum diperdagangakn pada level 135.01 pukul 9:27 pagi waktu Tokyo. Yen catat gain di hari ke-6 pada Kamis lalu dan merupakan reli tertinggi sejak September 2012 tahun lalu. Yen berada pada level 116.22 per dolar setelah sempat mencapai level 1 bulan tertingginya 115.90. Sedangkan euro melemah 0.2% ke level $1.1614.

Franc turun 1.7% ke level 99.24 per euro dari level kemarin, ketika mata uang tersebut melonjak sebesar 41% ke level 85.17 sen dan merupakan level tertinggi sejak 1999 silam. Mata uang Swiss itu turun 1.8% terhadap dolar AS ke level 85.46 sen. Swiss franc catat gain 21% ke level 83.92 sen di New York setelah sempat mencapai level 74.06 sen yang merupakan level tertinggi sejak Agustus 2011 lalu.

Kemarin Indeks volatilitas mata uang global dari JPMorgan Chase & Co. naik ke level 11.24 %, merupakan level tertinggi sejak Juni 2013 lalu dan naik dari level terendah tahun lalu sebesar 5.28%. (bgs)

Sumber: Bloomberg