Penurunan Ekuitas Global Tekan Harga Minyak Dibawah Level $ 39

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak mengalami penurunan dekati level 6 tahun terendah setelah pasar saham global dan aksi jual komoditas turun seiring data pemerintah diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak diperluas untuk minggu kedua.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin merosot 5,5 %. Persediaan minyak mungkin diperluas sebesar 2 juta barel sampai 21 Agustus, menurut survei Bloomberg sebelum laporan dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu. Ukuran fluktuasi harga minyak kemarin naik ke level tertinggi dalam lebih dari 4 bulan terakhir di tengah jatuhnya harga komoditas.

Minyak telah merosot lebih dari 35 % sejak rekor penutupan tahun ini pada bulan Juni terkait tanda-tanda melimpahnya pasokan global akan bertahan seiring pemimpin anggota OPEC mempertahankan output dan persediaan AS tetap hampir 100 juta barel di atas rata-rata 5 tahun. Indeks Komoditi Bloomberg dari 22 bahan baku kemarin merosot ke level terendahnya sejak tahun 1999 akibat kekhawatiran perlambatan permintaan di China.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Oktober berada di level $ 38,21 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 3 sen pada pukul 10:41 pagi waktu Sydney. Kontrak kemarin turun $ 2,21 ke level $ 38,24, yang merupakan penutupan terendahnya sejak Februari 2009. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 14 % di bawah rata-rata 100-hari. Harga minyak menyentuh level intraday terendah sebesar $ 32,40 per barel pada Desember 2008.

Brent untuk pengiriman bulan Oktober naik 1 sen pada level $ 42,70 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Kemarin, jatuh $ 2,77 atau 6,1 %, ke level $ 42,69, level terendahnya sejak Maret 2009. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada premium di level $ 4,48 dibandingkan minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg