Pengeboran AS Naik ke Level Tertingginya

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak melemah setelah produsen AS meningkatkan jumlah pengeboran aktif ke level tertingginya dalam 12 minggu.

Minyak berjangka menurun 1,2 persen di New York. Harga naik sebesar 0,6 persen pada hari Jumat setelah AS melaporkan bahwa data payrolls Juni mereka naik ke 287.000, terbesar sejak Oktober. Pengeboran menargetkan minyak mentah di AS naik 10-351 pekan lalu, tertingginya sejak 15 April, Baker Hughes Inc mengatakan dalam situs resmi mereka.

Minyak telah diperdagangkan antara $ 44 dan $ 52 per barel pada bulan lalu setelah hampir dua kali lipat dari terendahnya selama 12 tahun pada bulan Februari di tengah tersendatnya pasokan dan jatuhnya produksi AS. pemulihan telah mendorong produsen Amerika memulai kembali pengeboran untuk layanan, yang mengarah ke spekulasi bahwa akan memperlambat penurunan produksi.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk permintaan Agustus turun sebanyak 53 sen ke $ 44,88 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 45,12 pada 09:04 pagi waktu Tokyo. Harga naik 27 sen untuk berakhir di $ 45,41 pada hari Jumat. Total volume perdagangan sekitar 30 persen di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent untuk pengiriman September turun sebanyak 45 sen, atau 1 persen, ke $ 46,31 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik sebesar 0,8 persen ke $ 46,76 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium sebesar 65 sen untuk WTI pengiriman September.(mrv)

Sumber: Bloomberg

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.