Pengangguran Wilayah Euro Bertahan dilevel 11.8% Terkait Krisis

RIFAN FINANCINDO – Tingkat pengangguran periode Maret di wilayah euro bertahan dilevel 11.8%, seiring blok mata uang ke-18 negara yang berjuang untuk menggoyahkan warisan dari krisis hutang.Kantor statistik Uni Eropa di Luxembourg telah merevisi suku bunga untuk tiga bulan sebelumnya yang turun ke level 11.8% dari level 11.9%, berdasarkan laporan hari ini.Sementara perkiraan median survey Bloomberg yang terdiri dari 29 ekonom adalah agar suku bunga tidak mengalami perubahan dari pembacaan hasil sebelumnya diperiode Februari sebelumnya yang berada dilevel 11.9%.

Sementara pihak ECB (European Central Bank) memperkirakan wilayah euro untuk melanjutkan pemulihannya, ketua ECB Mario Draghi bulan lalu mengatakan bahwa ketakutan terbesarnya adalah sebuah stagnansi berkepanjangan yang memimpin menuju ke tingginya tingkat pengangguran hingga menjadi lebih terstruktur.

Rendahnya tingkat inflasi dikawasan tersebut telah memicu dia untuk menjanjikan stimulus moneter yang lebih jauh lagi apabila dibutuhkan guna memerangi bahaya penurunan harga, yang kemungkinan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Laporan hari ini telah menunjukkan bahwa pemulihan wilayah euro masih tetap tidak imbang.

Spanyol telah melaporkan tingkat pengangguran periode Maret yang tidak mengalami perubahan dilevel 25.3%, sementara di Austria, tingkat terendah diblok tersebut telah naik ke level 4.9%.

sedangkan di Jerman, ekonomi terbesar dari Eropa, tingkat pengangguran tidak berubah dilevel 5.1%.

Pembacaan hasil wilayah euro untuk periode Maret yang berada dilevel 11.8% telah turun dari level 12% setahun sebelumnya, berdasarkan data Eurostat. (tito)

Sumber : Bloomberg