Pengangguran U.K. Turun Dibawah 5%

PT RIFAN FINANCINDO – Pasar tenaga kerja di U.K. menunjukkan mengalami penguatan menjelang keputusan negara tersebut memilih untuk keluar dari Uni Eropa.

Tingkat pengangguran turun menjadi 4,9 % dalam tiga bulan hingga Mei, yang terendah sejak kuartal ketiga tahun 2005, menurut rilis data dari Kantor Statistik Nasional di London, Rabu. Ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan tingkat pengangguran berada di 5 %. Jumlah orang dalam pekerjaan naik 176.000, yang terbesar selama tahun ini, mencapai rekornya sebesar 31.700.000.

Ada beragam paparan dari data upah, dengan tingkat pertumbuhan gaji pokok tiba-tiba melambat menjadi 2,2 % dari sebelumnya 2,3 %. Total pendapatan meningkat 2,3 %, menguat dari 2 %.

Semua data dilaporkan sebelum 23 Juni, yang berarti mereka tidak memberikan dampak pada perekonomian dari pemilihan suara Brexit. Dengan langkah-langkah dari penurunan belanja konsumen dan bisnis sentimen, pejabat Bank of England (BOE) berdebat apakah mereka harus menyalurkan dukungan dengan putaran baru stimulus.

Tingkat pengangguran turun sebanyak 54.000 menjadi 1,65 juta dalam triwulan terakhir. Pada bulan Mei saja, tingkat pengangguran berada di angka 4,8 %. Klaim pengangguran, alat pengukur pada tingkat pengangguran menyusut, menguat sebesar 400 pada bulan Juni dan menguat 2,2 %. Pada bulan Mei, klaim pengangguran meningkat sebanyak 12.200 bukan penurunan 400 dari perkiraan sebelumnya. ONS mengatakan perubahan tersebut sebagian besar karena data kredit universal. (knc)

Sumber : Bloomberg

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.