Penambahan Rig, Harga Minyak Masih Tergelincir

Penambahan Rig, Harga Minyak Masih TergelincirRIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah tergelincir lebih rendah di perdagangan Asia pada Senin pagi setelah menutup sesi sebelumnya di level terendah sejak Maret.

Dikutip dari Reuters, Senin 27 Juli 2015, data menunjukan adanya peningkatan aktivitas pengeboran pada pekan lalu dan kekhawatiran kelebihan pasokan.

Produsen minyak AS menambahkan 21 rig minyak pekan lalu, kenaikan terbesar sejak April 2014, perusahaan jasa minyak Baker Hughes Inc BHI.N mengatakan pada Jumat 24 Juli 2015

Meski turun hingga 21 persen, harga minyak mentah AS sejak pertengahan Juni mencapai US$61 per barel pada 23 Juni.

Minyak mentah AS untuk kontrak September CLc1 turun 14 sen US$48 per 0024 GMT, setelah penutupan sesi sebelumnya turun 31 sen di US$48,14, penyelesaian terendah sejak 31 Maret dan turun 5,5 persen pada pekan ini.

Brent crude futures untuk pengiriman September turun LCOc1 4 persen menjadi US$54,58 setelah mengakhiri sesi sebelumnya 65 sen ke bawah, penutupan terendah sejak 19 Maret dan penurunan dari 4,3 persen untuk minggu ini.

Hedge fund dan manajer keuangan lainnya memangkas pengeluaran pada minyak mentah AS berjangka dan opsi ke level terendah dalam lima tahun pekan lalu.

Ekspor minyak mentah dari selatan Irak berada naik di atas 3 juta barel per hari (bph) bulan ini, sumber industri mengatakan pada hari Jumat.

“Saudi Basic Industries Corp melihat investasi di AS dan beberapa di China menggunakan batubara untuk mengkonversi ke produk kimia. Potensi juga ada untuk Timur Tengah untuk menjadi hub ekspor produk olahan yang lebih besar,” kata catatan ANZ. (ren)

 

Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id