Pelemahan Ekuitas AS Berkah Bagi Harga Emas

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO

RIFANFINANCINDO – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah ekuitas AS melemah menjelang pemungutan suara penting tentang rancangan undang-undang perawatan kesehatan di kongres AS.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik USD3,2 atau 0,26% menjadi menetap di USD1.249,70 per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 41 poin atau 0,2% pada pukul 18.00 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Para investor secara cermat memantau kemajuan rancangan undang-undang perawatan kesehatan yang diusulkan oleh partai Republik dan didukung oleh Presiden AS Donald Trump, karena mereka khawatir bahwa jika RUU ini gagal lolos di majelis rendah kongres, itu akan menjadi tanda bahwa agenda ekonomi pemotongan pajak dan belanja infrastruktur Presiden Trump akan jauh lebih sulit untuk dicapai daripada yang diharapkan.

Para analis percaya bahwa banyak keuntungan pasar sejak pelantikan presiden AS yang baru, didasarkan pada harapan untuk kebijakan-kebijakan ekonominya. Jika harapan ini berkurang, investor cenderung untuk pindah ke emas karena sifat “safe haven” ketika nilai ekuitas kemungkinan akan terkena dampak.

Emas diberi dukungan lebih lanjut karena indeks dolar AS turun 0,1% menjadi 99,65 pada pukul 18.20 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Selain itu, laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors AS pada Rabu (22/3) menunjukkan bahwa penjualan “existing home” (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan “home resales”) mengalami penurunan sebesar 3,7% selama Februari. Analis mencatat bahwa angka ini adalah dalam kisaran ekspektasi tapi lebih buruk dari konsensus, sehingga memberikan dukungan terhadap logam mulia.

Perak untuk pengiriman Mei turun 0,5 sen, atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD17,578 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun USD9,5 atau 0,98% menjadi ditutup pada USD961,90 per ounce.

Naiknya Produksi AS, Harga Minyak Dunia Turun

Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS pekan lalu naik lebih banyak daripada yang diperkirakan.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (22/3/2017) bahwa persediaan minyak mentah negara itu naik hampir lima juta barel menjadi 533,1 juta barel selama pekan lalu, jauh melampaui perkiraan untuk peningkatan 2,8 juta barel.

Para analis mengatakan harga minyak berada di bawah tekanan karena meningkatnya produksi AS mengangkat kekhawatiran pasar tentang kelebihan pasokan minyak global.

Patokan AS, minyak mentah light atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, berkurang USD0,20 menjadi menetap di USD48,04 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, turun USD0,32 menjadi ditutup pada USD50,64 per barel di London ICE Futures Exchange.

( okezone.com )