Dolar AS Lesu Dorong Harga Emas Naik

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS yang menunjukkan penurunan menguntungkan bagi logam mulia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember menguat USD1,1, atau 0,09 persen, menjadi menetap di USD1.256,6 per ounce.

Indeks dolar AS turun 0,28 persen menjadi 97,86 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Emas dan dolar biasanya bergerak saling berlawanan, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar AS harganya menjadi lebih murah bagi para investor.

Laporan produksi industri yang dirilis pada Senin oleh Federal Reserve AS menunjukkan produksi menguat 0,1 persen, sedikit di bawah konsensus, tetapi masih di dalam ekspektasi.

Manufaktur juga naik sebesar 0,2 persen, yang sedikit di atas konsensus, tetapi di dalam harapan. Para analis mencatat kenaikan dalam produksi pertambangan dan teknologi tinggi.

Para investor percaya bahwa meskipun laporan produksi industri bervariasi yang menjadi dukungan jangka pendek terhadap logam mulia, yang kemungkinan akan tertekan pekan ini karena diumumkannya beberapa indikator ekonomi utama.

Indeks harga konsumen akan dirilis pada Selasa, data “housing starts” (rumah yang baru dibangun) pada Rabu, klaim pengangguran, penjualan “existing home” (rumah yang telah ada), dan Survei Prospek Bisnis Fed Philadelphia pada Kamis.

Ada juga beberapa pidato Fed yang dijadwalkan untuk minggu ini dan investor secara cermat memantau Fed, yang mereka percaya dapat meningkatkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, peluang tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 adalah pada tujuh persen untuk pertemuan November 2016, dan 69 persen pada pertemuan Desember 2016.

Pasar ekuitas AS juga menunjukkan pelemahan dengan Dow Jones Industrial Average AS jatuh sebanyak 54 poin atau 0,3 persen pada pukul 18.15 GMT.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara itu, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Perak untuk pengiriman Desember naik 3,3 sen, atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada USD17,474 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2017 turun USD3,3, atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada USD936,2 per ounce.

Sumber : http://ekbis.sindonews.com/