Pelemahan Dolar AS Angkat Harga Emas

emas 3PT RIFAN FINANCINDO – Harga Emas melonjak pada akhir perdagangan Rabu dinihari (22/11), terbantu pelemahan dolar A.S. dimana investor menunggu risalah dari pertemuan Federal Reserve bulan November. Emas juga mendapat keuntungan dari beberapa pembelian safe haven terpicu krisis politik di Jerman, ekonomi terbesar di Eropa.

Harga emas spot LLG naik 0,3 persen pada $ 1,280.63 per ons. Logam mulia ini turun sekitar 1,4 persen pada hari Senin, penurunan persentase harian terbesar sejak 11 September. Harga emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen menjadi $ 1,281.70 per ons. The Fed pada hari Rabu harus memberikan sinyal mengenai kebijakan moneter A.S.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung untuk mengangkat imbal hasil obligasi, mendukung dolar dan membuat emas yang tidak menghasilkan kurang menarik bagi investor. Indeks dolar, mengukur mata uang terhadap sekeranjang rekan-rekannya, mereda. BMI Research dalam sebuah catatan menurunkan perkiraan harga emasnya sedikit ke $ 1.300 per ons pada 2018 dan $ 1.325 pada 2019, dengan alasan bahwa Fed AS akan menaikkan suku bunga lebih dari yang tercermin di pasar, juga inflasi dan risiko politik di tahun 2018 akan mendukung harga emas.

Perak naik 0,2 persen menjadi $ 16,94 per ons. Pada hari Senin, perak turun 2,3 persen, persentase penurunan satu hari terbesar sejak 26 September. Analis juga menyatakan dengan harga emas dan perak turun drastis hari sebelumnya, maka sedikit ada aksi bargain hunting yang masuk ke pasar hari ini.

Platinum naik 1,2 persen pada $ 934,50. Palladium naik 1,1 persen menjadi $ 999,75 per ons. Platinum turun hampir 3 persen pada Senin, penurunan terbesar sejak awal Mei. Pada hari Selasa, sebuah laporan industri mengatakan defisit pasar platinum global akan meningkat tajam tahun depan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi turun jika penguatan bursa Wall Street mendorong kenaikan bursa global. Namun jika dolar AS terus melemah dan krisis politik di Jerman memuncak, dapat mengangkat harga emas. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 1,279-$ 1,277, dan jika harga naik akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,283-$ 1,285. ( vibiznews.com )

Dolar AS Berbalik Lemah Menjelang Perayaan Thanksgiving

 

Dolar AS berbalik melemah pada akhir perdagangan Rabu dinihari (22/11), bergerak sejalan dengan penurunan imbal hasil 10 tahun A.S. dan mengkonsolidasikan kenaikan dari Senin dalam perdagangan ringan menjelang liburan Thanksgiving hari Kamis di Amerika Serikat.

Indeks dolar, yang mengukur mata uangnya terhadap sekeranjang enam saingan utama, turun 0,14 persen menjadi 93,95, namun masih dalam kisaran puncaknya 94,104, tertinggi sejak 14 November.

Dolar turun 0,17 persen terhadap yen menjadi 112,43 yen dan 0,23 persen terhadap franc Swiss menjadi 0,9911 franc, namun tetap berada dalam kisaran perdagangan dari sesi sebelumnya terhadap kedua mata uang tersebut.

Euro naik tipis 0,08 persen menjadi $ 1,1741. Mata uang tunggal tersebut mencatat penurunan satu hari terbesar sejak 26 Oktober di hari Senin namun investor kemudian melihat ke luar kebuntuan politik Jerman untuk fokus pada ekonomi zona euro yang masih kuat.

Dengan data terbatas minggu ini dan rilis risalah dari pertemuan bulan November Federal Reserve dan sebuah pidato dari Ketua Fed Janet Yellen yang dicemati selama 24 jam ke depan, para analis mengatakan bahwa para investor berusaha untuk membukukan keuntungan mereka setelah kekuatan dolar yang luas pada sesi sebelumnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel menaikkan prospek pada hari Senin pemilihan baru setelah perundingan untuk membentuk koalisi tiga arah ambruk.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan dolar AS akan bergerak mencermati hasil risalah pertemuan The Fed, yang jika mensinyalkan kenaikan suku bunga akan menguatkan dolar AS. Juga akan mencermati kondisi ekonomi dan politik AS.

( vibiznews.com )