Pelaku UMKM Optimis Ekonomi Akan Membaik

bri-3_169RIFAN FINANCINDO – Aktivitas bisnis dan prospek pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut terus membaik pada triwulan I tahun 2021. Pemulihan ini menjadi sinyal positif akan kondisi perekonomian Indonesia yang sempat tergoncang pandemi Covid-19.

Hal tersebut terlihat dari publikasi BRI Micro & SME Index (BMSI) terbaru yang dapat diakses di sini. BMSI mencatat kenaikan signifikan Indeks Aktivitas Bisnis (IAB), Indeks Ekspektasi Aktivitas Bisnis (IEAB), dan Indeks Sentimen Bisnis (ISB) per triwulan I 2021 dibandingkan triwulan IV 2020.

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan optimis melihat kepulihan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

“Berdasarkan riset BMSI terbaru dari BRI Research Institute, kami optimis ke depannya perbaikan kondisi ekonomi bisa semakin cepat terjadi, dan status resesi akibat pandemi segera berakhir di Indonesia. BRI akan terus mendorong UMKM sebagai penggerak pada proses pemulihan ini,” ujar Sunarso.

Kenaikan ketiga indeks, yaitu IAB, IEAB, dan ISB menunjukkan perputaran aktivitas UMKM di lapangan, tingginya optimisme atas kondisi yang lebih baik ke depannya, serta terjaganya pandangan positif pelaku usaha terhadap kebijakan pemerintah dan kondisi perekonomian secara umum.

Pada kuartal ini, BMSI meningkat dari 81,5 menjadi 93,0. Melalui kenaikan signifikan dari 105,4 menjadi 128,0 pelaku UMKM disebut makin optimis terhadap prospek usahanya. Sejalan dengan kenaikan BMSI dan ekspektasinya, persepsi pelaku UMKM juga meningkat terhadap perekonomian secara umum. Indeks Sentimen Bisnis (ISB) pelaku UMKM naik signifikan dari 90,2 ke 115,5.

Ada beberapa pendongkrak optimisme yang tergambar melalui riset itu. Antara lain, peningkatan aktivitas masyarakat karena penurunan kasus positif Covid-19 seiring perluasan vaksinasi serta kenaikan produksi sejumlah barang untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat saat Imlek, Ramadan, dan Idulfitri.

Selanjutnya adalah panen raya di sejumlah daerah yang mendorong kenaikan harga komoditas, dan terakhir, dukungan pemerintah berupa relaksasi kepada pengusaha sektor properti dan relaksasi pembelian rumah baru.

Sunarso menyebut, pelaku UMKM yang memiliki optimisme tinggi berasal dari Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku. Optimisme itu tercermin dari Indeks Aktivitas Bisnis berada di atas angka 100.

Dari segi sektor usaha, keyakinan akan perbaikan kondisi dimiliki pelaku UMKM pada semua segmen, dengan sektor konstruksi yang paling optimis. Sunarso menilai keyakinan itu didorong oleh kebijakan pembebasan uang muka untuk KPR di bawah Rp2 miliar, dan pembebasan PPN rumah baru pada Maret-Agustus 2021.

Namun, di saat bersamaan, masih ada pelaku UMKM yang menyatakan kinerjanya menurun. Sunarso menyebut BRI telah mengantisipasi hal itu.

“Sebagai bank dengan portofolio terbesar di segmen UMKM, BRI telah menyiapkan cadangan yang mencukupi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu. Di sisi lain, data terbaru menunjukkan bahwa saat ini sudah banyak nasabah BRI yang sebelumnya mendapat restrukturisasi justru bisa pulih dan terhindar dari status kredit macet,” ujar Sunarso.

Lebih lanjut, Sunarso mengatakan bahwa badai kasus positif Covid-19 seperti di India menjadi peringatan dini bagi lembaga keuangan terhadap risiko kredit, karena masih ada ketidakpastian terkait perkembangan pandemi.

 

Sumber : cnnindonesia