Pedagang Mensinyalkan Euro Akan Melemah Seiring ECB Mungkin Menambah Stimulus

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Pedagang berspekulasi penurunan euro ke level terendah dalam dua pekan terakhir hanya awal.

Harga opsi menunjukkan investor membayar lebih dalam dua bulan terakhir untuk melindungi terhadap kerugian lebih lanjut mata uang euro pasca anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB) Peter Praet mengatakan para pejabat akan “pasti melakukan apa yang diperlukan” jika target inflasi berada dalam bahaya.

Komentar Praet yang meningkat kembali spekulasi bahwa ECB akan memperpanjang paket stimulus, seperti empat pembuat kebijakan Federal Reserve yang mengisyaratkan mereka masih yakin akan menaikkan suku bunga tahun ini pasca pertemuan kebijakan pekan lalu. Euro telah turun sekitar 5 persen dari level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir pada 24 Agustus lalu terkait prospek dua kebijakan moneter menjadi semakin divergen.

Euro melemah sebesar 0,6 persen ke level $1,1123 pukul 12:48 waktu New York, pasca menyentuh level $1,1114, terlemah sejak 4 September lalu. Euro mencapai level $1,1714 pada 24 Agustus lalu, terkuat dalam tujuh bulan.

Mata uang tunggal Eropa melemah 1 persen menjadi 133,51 yen, seiring penurunan saham dan komoditas dukung safe haven tradisional. (izr)

Sumber: Bloomberg