Payroll AS Meningkat 151,000 Di Agustus

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO

PT RIFAN FINANCINDO – Perusahaan terus menambah payroll pada bulan Agustus sementara langkah-langkah dari melesunya pasar tenaga kerja sedikit berubah, ini menandakan tingkat perekrutan stabil dalam menghadapi pertumbuhan global yang loyo.

Payroll naik sebesar 151,000 bulan lalu menyusul kenaikan pada bulan Juli yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya sebesar 275.000, laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan hari Jumat di Washington. Perkiraan rata-rata dalam survei Bloomberg menyerukan 180.000. Tingkat pengangguran serta tingkat tenaga kerja tetap stabil, sementara kenaikan upah tetap.

89 perkiraan dalam survei Bloomberg berkisar dari keuntungan dari 92.000 hingga 255.000 setelah dilaporkan sebelumnya peningkatan pada bulan Juli sebesar 255.000. Revisi dikurangi 1.000 pekerjaan dari keseluruhan payroll dalam dua bulan sebelumnya, karena kenaikan bulan Juni dipangkas menjadi 271.000 dari 292.000.(Bloomberg)

 

Laporan Pekerjaan AS Turunkan Kemungkinan Kenaikan Suku Bunga di September

 

Saham Asia mengalami kenaikan pada Senin, mendapatkan keuntungan dari Wall Street usai laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) lebih lemah dari perkiraan dan memicu pemangkasan ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve atau the Fed akan menaikkan tingkat suku bunga pada September ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik berada di angka 0,5 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan awal perdagangan. Sedangkan indeks saham Nikkei Jepang mengalami penguatan sebanyak satu persen ke level tertinggi dalam kurun waktu tiga bulan.

“Yang penting adalah bukan apa yang dipikirkan pasar bahwa seberapa kuat peningkatan jumlah pekerjaan, tetapi apa yang akan dilakukan pembuat kebijakan dari the Fed,” kata Chief Currency Strategist Daiwa Securities Mitsuo Imaizumi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2016).

Sebelumnya, Presiden Bank Federal Reserve Richmond Jeffrey Lacker mengatakan pada Jumat bahwa ekonomi AS tampaknya cukup kuat memberikan jaminan untuk tingkat suku bunga naik secara signifikan. Sejauh ini, the Fed masih mempertahankan tingkat suku bunga dan belum ada perubahan yang berarti.

Senior Global Market Strategist BNY Mellon Marvin Loh berharap the Fed bisa menunda kenaikan tingkat suku bunga sampai Desember, di mana mereka bisa membuktikan bahwa tiga faktor tambahan cukup baik sebagai salah satu indikator pertumbuhan Amerika Serikat di kuartal ketiga.

“Kami akan memasukkan skenario setelah kami terkecoh pada pertemuan FOMC Meeting di September tahun lalu. Dan kami berusaha agar tidak masuk lagi ke dalam perangkap yang sama,” kata Loh.

Selain itu, pasar tengah mengawasi jalannya KTT, pertemuan para pemimpin dari negara-negara G20, di Hangzhou, Tiongkok. Dalam hal ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan pada pembukaan KTT pada Minggu bahwa ekonomi global sedang terancam oleh meningkatnya proteksionisme dan risiko dari pasar keuangan yang sangat leveraged.

( http://ekonomi.metrotvnews.com )

 

PT RIFAN FINANCINDO