Pasokan Naik, Harga Minyak turun

PT RIFAN FINANCINDORIFANFINANCINDO – Harga minyak dunia turun untuk sesi kedua pada hari ini, bergerak menjauh dari level tertinggi dalam satu bulan yang menyentuh di sesi terakhir karena meningkatnya persediaan minyak Amerika Serikat (AS) yang memicu kekhawatiran tentang kelebihan pasokan minyak global.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/4/2017), harga minyak brent turun 24 sen atau 0,4% menjadi USD55,62 per barel di perdagangan awal Asia. Kemarin harga minyak brent naik ke level tertinggi dalam satu bulan di level USD56,65 per barel.

Sementara, harga minyak AS West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami pelemahan sebesar 23 sen atau 0,4% ke level USD52,88 per barel. WTI sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Maret di posisi USD53,76 per barel di sesi terakhir.

Perlaku pasar fokus pada awal perkiraan produksi AS dalam laporan mingguan Energy Information Administration (EIA) yang menunjukkan produksi domestik masih naik. Laporan ini juga menunjukkan bahwa stok di hub minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma, naik 276.000 barel dalam sepekan.

“Produksi minyak AS naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, meninggalkan oilprices lemah setelah AS EIA merilis datanya,” kata ANZ dalam sebuah catatan.

“Produksi AS naik 36.000 barel per hari, paling tinggi sejak Januari 2016 dan jumlah rig Baker Hughes sebanyak 672 adalah yang tertinggi sejak Agustus 2015,” imbuh dia.

Brent dan WTI telah naik di sesi terakhir setelah Arab Saudi melaporkan akan mendorong anggota OPEC dan beberapa saingan untuk memperpanjang pemotongan produksi.

OPEC dan produsen lain, termasuk Rusia, setuju pada akhir November untuk mengekang produksi sekitar 1,8 juta barel per hari pada semester pertama 2017 untuk mengendalikan kelebihan pasokan.

Data AS menyusul laporan bullish dari negara-negara OPEC, yang mengatakan mereka telah memangkas produksi pada Maret melampaui tindakan mereka. Menurut angka kelompok dipublikasikan dalam laporan bulanan, karena menempel upaya untuk mengurangi kelebihan pasokan yang telah membebani harga.

Namun, OPEC juga menaikkan perkiraan untuk pasokan dari negara-negara non-anggota pada 2017 karena harga yang lebih tinggi mendorong AS shale pengebor untuk memompa lebih banyak, mengurangi permintaan minyak OPEC tahun ini. ( sindonews.com )