Pasokan Melimpah, WTI Perpanjang Penurunan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Minyak WTI (West Texas Intermediate) perpanjang penurunannya ke dalam situasi pasar yang?bearish?ditengah spekulasi bahwa meningkatnya pasokan minyak global yang akan melampaui dari permintaan.

Kontrak berjangka minyak turun sebesar 1.6% di New York, memasuki penurunan hari ke-4, setelah kemarin diselesaikan lebih dari 20% dibawah level tertingginya sebelumnya, mencapai definisi dari situasi pasar yang bearish. Lonjakan di AS mendorong output tajam dalam lebih dari 3 dekade terkahir setelah OPEC mendorong minyak berada pada level tertingginya dalam setahun terakhir dan produksi Russia mendekati rekor Soviet. Sementara IMF menurunkan perkiraan akan pertumbuhan ekonomi global di tahun ini dan tahun mendatang.

WTI untuk pengiriman November turun sebesar $1.41 ke level $84.36 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $84.57 pukul 10:38 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak WTI turun 1.8% ke level $85.77, level harga penutupan terendah sejak Desember 2012 lalu. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan lebih dari 100 hari rata-rata. Sepajnag pekan ini harga telah mengalami penurunan sebesar 5.8% dan turun 14% sepanjang tahun 2014 ini.

Kemarin Brent untuk penyelesaian November turun $1.33, atau 1.5% ke level $90.05 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London, level harga penutupan terendah sejak Juni 2012 lalu. Acuan minyak mentah Eropa tersebut, yang juga sedang mengalami situasi pasar bearish mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $4.28 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg