Pasar Saham China Kerek Penguatan Harga Minyak

a945496adcd980910086c82f777fc193RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent menguat dan menghentikan kerugian setelah pada perdagangan sebelumnya menyentuh posisi terendah dalam enam bulan.

Dilansir CNBC, Rabu 5 Agustus 2015, penguatan harga minyak tersebut berlangsung di tengah tingginya produksi minyak global dan kekhawatiran atas prospek ekonomi China.
Menguatnya harga minyak disebabkan oleh membaiknya pasar saham China yang membantu sektor komoditas membukukan keuntungan.
Minyak AS alias WTI ditutup pada level US$45,74 per barel, atau naik 57 sen dibanding perdagangan sebelumnya.
Harga minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman Desember sedikit menguat ke posisi US$50,1 per barel, setelah sebelumnya anjlok ke level US$49,36 per barel, terendah sejak 30 Januari 2015.
Produksi minyak dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai level bulanan tertinggi sepanjang sejarah pada Juli. Menurut survei Reuters, kesepakatan nuklir Iran dan kekuatan produksi dunia telah meningkatkan prospek pasokan minyak di pasar bakal berlebih.
OPEC pada November 2014 memang telah membuat perubahan kebijakan yang bertolak belakang, yakni organisasi itu lebih memilih untuk mempertahankan produksi minyak untuk mempertahankan pangsa pasar daripada menurunkan produksi minyak untuk mendukung kenaikan harga minyak.
OPEC yakin permintaan minyak pada semester II tahun ini dan 2016 akan lebih tinggi sehingga bisa mengurangi pasokan minyak global.
Sayangnya, tanda-tanda perlambatan ekonomi China, sebagai negara konsumen minyak terbesar di dunia, membuat keyakinan itu sedikit pesimis.
Sumber : http://bisnis.news.viva.co.id