Pasar Saham Asia Buntuti Penguatan Wall Street

\Pasar Saham Asia Buntuti Penguatan Wall Street   \RIFAN FINANCINDO – Pasar saham Asia berhasil mengikuti reli di Wall Street, dan meninggalkan sentimen Brexit seiring para investor yang mulai bertaruh bahwa bank sentral akan mengeluarkan langkah-langkah stimulus demi menjaga perekonomian tetap di jalurnya.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,5 persen, tapi tetap jauh dari tingkat tertingginya. Sementara indeks Jepang Nikkei N225 naik 1,1 persen, sementara pasar saham Australia naik 1 persen.

Setiap bouncing menjadi sangat berharga, mengingat pasar ekuitas global tengah mengalami penurunan hingga USD3 triliun hanya dalam dua hari setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Investor juga melihat data ekonomi AS yang kuat membantu untuk menenangkan guncangan.

Meski demikian, masih ada ketidakpastian terkait dengan langkah selanjutnya, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa. “Satu-satunya kepastian di Eropa adalah ketidakpastian,” kata analis Australia and New Zealand Bank dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (29/6/2016).

“Para pemimpin Eropa tampaknya ingin bergerak maju secepat mungkin setelah Brexit, tapi gejolak politik di dalam Inggris menunjukkan bahwa perputaran yang cepat tidak mungkin terjadi,” tambah mereka.

Saat ini, investor masih mengandalkan stimulus bank sentral untuk mendukung pasar dari waktu ke waktu. Di sisi lain, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mendesak Bank of Japan untuk menyediakan dana yang cukup untuk memastikan likuiditas pasar.

Ekspektasi pasar diperkuat bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku AS lagi tahun ini, dan bahkan bisa dipaksa untuk memangkas suku bunga jika perekonomian domestik tidak sekuat yang diharapkan.