Pasar Menanti Stimulus, Emas Tergerus

RIFAN FINANCINDO – Harga kontrak emas dunia kembali ditransaksikan melemah pada siang ini (14/7) di pasar Asia.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran segera turun sebesar 0,4% menjadi US$ 1.337,54 per troy ounce. Pada pukul 12.03 waktu Singapura, harga kontrak yang sama berada di posisi US$ 1.339,25 per troy ounce.

Pada Rabu kemarin, harga emas berhasil naik 0,7%, mengakhiri penurunan yang sudah berlangsung selama dua hari terakhir.

Tertekannya emas disebabkan aksi menunggu investor terhadap kebijakan stimulus sejumlah bank sentral dunia. Saat ini, pelaku pasar tengah menanti berita terbaru detil mengenai program stimulus PM Jepang Shinzo Abe mengharapkan pelonggaran lebih banyak yang dilakukan Bank of Japan.

Pasar juga menanti apakah Bank of England akan menggunting suku bunga acuannya pada pertemuan yang akan berlangsung hari ini.

Kebijakan moneter yang akomodatif menguntungkan emas dan pasar saham karena suku bunga kecil mendorong pemilik modal untuk memburu aset-aset yang tidak tergantung pada suku bunga.

“Harga emas bisa terus mendapatkan laba dari ketidakpastian ekonomi Inggris dan Eropa pasca Brexit dan pelonggaran kebijakan yang juga berarti suku bunga kecil,” helas analis Natixis, Bernard Dahdah kepada CNBC.( Bloomberg)

Sumber : http://investasi.kontan.co.id

PT Rifan Financindo

Rifan Financindo

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat dalam website kami ini hanya bersifat informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. Kami tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari website kami ini. Kami berhak mengatur dan menyunting isi saran atau tanggapan dari pembaca atau pengguna agar tidak merugikan orang lain, lembaga, ataupun badan tertentu serta menolak isi berbau pornografi atau menyinggung sentimen suku, agama dan ras.