Pasar Global Masih Lesu

\Pasar Global Masih Lesu\RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Ekonomi global sejak akhir 2015 hingga saat ini belum sepenuhnya membaik. Kondisi ini berdampak terhadap produksi barang di Jawa Tengah yang berorientasi pasar ekspor.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan, sejak 2015 sampai sekarang ekspor produk- produk dari Jawa Tengah belum ada peningkatan signifikan. Bahkan bisa dibilang cenderung terus menurun.

Produk-produk yang masih mampu memberikan kontribusi besar terhadap ekspor Jateng adalah furniture, tekstil dan juga barang hasil pabrik. ?Kondisi ekonomi global masih cukup sulit bagi pengusaha, pasar global masih cukup lesu,? katanya, kemarin.

Dengan kondisi pasar global yang masih lesu, pengusaha memilih melakukan produksi sesu ai dengan pesanan. ?Bahan baku mahal, tetapi pasar masih sulit sehingga pembatasan produksi harus dilakukan,? ujarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang relatif cukup stabil, sampai saat ini belum berdampak positif terhadap sektor usaha di Jawa Tengah. Saat ini harga bahan baku produksi, khususnya bahan baku impor masih relatif mahal.

Kondisi ini membuat kalangan industri belum bisa berbuat banyak untuk meningkatkan daya saing. ?Nilai tukar rupiah sangat berpengaruh terhadap daya saing dalam kegiatan perdagangan internasional.

Pergerakan nilai tukar sangat berpengaruh terhadap perkembangan sektor riil dan moneter Indonesia,? katanya. Frans Kongi berharap stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibarengi dengan membaiknya kondisi ekonomi global, khususnya negara-negara tujuan utama ekspor Jateng, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng nilai ekspor Jawa Tengah pada April 2016 mencapai USD453,56 juta atau mengalami penurunan sebesar 5,19 persen dibanding ekspor Maret 2016 (USD478,39 juta).

?Ekspor kumulatif Januari-April 2016 mencapai USD1.788,83 juta turun 2,45 persen dari ekspor kumulatif Januari-April 2015 (USD1.833,75 juta),? kata Ketua BPS Jateng Margo Yu wono. Negara pangsa pasar utama ekspor Jawa Tengah selama periode ini masih dikuasi Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Pada April 2016, nilai ekspor ke Amerika Serikat mencapai angka terbesar yaitu USD101,53 juta, ekspor ke China sebesar USD46,96 juta, dan ekspor ke Jepang mencapai USD48,97 juta.

?Menurut jenis komoditas migas dan nonmigas, pada April 2016 Jawa Tengah melakukan ekspor komoditas migas sebesar USD3,84 juta atau turun 28,47 persen dari ekspor migas Maret 2016 (USD5,36 juta) dan ekspor komoditas nonmigas sebesar USD449,72 juta turun 4,93 persen dari ekspor nonmigas Maret 2016 (USD473,03 juta),? katanya.

Sumber : http://economy.okezone.com